Para Wanita Ini Menyewakan Rahimnya untuk Mengandung Anak Orang Lain

Sekitar 700 bayi telah dilahirkan dari rahim sewaan itu.

Penulis: Noor Hendy Dinata Poetra | Editor: Suut Amdani
Dailymail
Setiap perempuan mendapatkan uang kompensasi sebesar Rp 90,1 juta per kehamilan. 

Neeta Makwara, 30 tahun, warga Desa Nadiad melahirkan bayi lelaki warga asing pada 2008 dan bayi kembar pada 2011.

Neeta juga bisa membangun rumah tiga lantai dan menyewakan bagian paling bawah tempat tinggalnya.

"Lumayan untuk pemasukan bulanan," ujar Neeta.

Sewa rahim ini disahkan di India 12 tahun lalu namun di sejumlah negara seperti Inggris dan Australia ini dilarang.

Di Amerika Serikat sebenarnya sudah diperbolehkan namun biayanya lima kali lipat ketimbang di Negeri Hindustan.

Dr. Nayna Patel direktur Klinik Akanksha mengatakan sewa rahim di negaranya menjadi populer selain harga murah, paramedisnya dinilai sudah mampu melakukan itu, serta teknologi yang baik.

"Perempuan di sini juga dikenal gaya hidup ketimuran. Mereka tidak suka menenggak minuman beralkohol, merokok, dan memakai narkotika," ujar Dr. Nayna.

Pasangan Inggris memiliki anak dari sewa rahim di India mengatakan mereka nyaman menyewa rahim para wanita India.

Selain kesadaran akan hak asasi, para perempuan ini tidak merasa dipaksa.

Mereka juga mengaku merasa punya kedekatan emosional dengan si ibu yang melahirkan bayinya.

Suami-istri enggan menyebutkan namanya ini bahkan menangis saat perempuan dia sewa rahimnya mengunjungi anak mereka.

Tidak sulit menemukan perempuan ingin menyewakan rahimnya di India.

Mereka antre namun calon potensial ini tetap harus melewati beberapa tes kesehatan dari klinik yang sudah dirujuk.

Ini lantaran si bayi bukan dari benih suaminya sendiri.

"Mereka menginginkan uangnya, bukan bayinya. Itu sebab mereka memberikan meski harus mengandungnya sembilan bulan," ujar Dr. Shah.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved