Kisah Kakek Akiong Pelanggan Setia Kalijodo Sejak Muda
"Pagi dia datang. Terus kadang pulang, lalu nanti sore dia bisa datang lagi."
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA -- Kakek bongkok itu memilih duduk di sebuah lapak warung kecil, Kamis (11/2/2016).
Sebuah warung kecil dengan 2 bangku berderet.
Warung itu menjual pop mie kecil, beberapa rokok, dan minuman ringan.
Letaknya hanya beberapa langkah dari sebuah rumah pelacuran di Kalijodo di RW 5, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.
Kakek itu memesan secangkir kopi hitam dan duduk di samping seorang wanita berbadan seksi agak gemuk dengan rambut terurai.
Namanya Santi.
Pagi tadi hujan gerimis masih menetes saat si kakek datang.
Makanya dia menggeser tubuhnya agak ke dalam warung, agar tak terciprat air hujan.
Tapi pagi tadi dia memilih bercinta dengan perempuan lain di dalam rumah bordil.
Sebelum masuk, kakek itu membayar semua minuman milik 2 perempuan, termasuk Santi yang menemaninya duduk di warung itu.
Bahkan ada lagi seorang perempuan lain berbadan gemuk datang tepat saat si kakek membayar.
Perempuan itu mengambil beberapa minuman, lalu menyuruh pemilik warung menagihnya ke si kakek yang sedang menarik uang dari dompetnya.
Kakek itu lalu membayar tagihan itu tanpa tersenyum.
Dia lalu berjalan tertatih-tatih ke dalam rumah bordil.
"Biasanya dia masuk (bercinta) dengan perempuan itu (Santi)," kata pemilik warung yang setiap hari didatangi sang kakek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kalijodo_20160211_225909.jpg)