Kisah Kakek Akiong Pelanggan Setia Kalijodo Sejak Muda

"Pagi dia datang. Terus kadang pulang, lalu nanti sore dia bisa datang lagi."

Editor: Suut Amdani
Warta Kota
Kompleks lokalisasi Kalijodo 

Namun pagi tadi Santi sedang malas melayaninya.

Makanya si kakek berkulit putih itu mencari perempuan lain di dalam rumah bordil.

"Banyak yang mau sama dia. Orang nggak diapai-apain kok, cuma diremek-remek doang lalu dikasih seratus lima puluh ribu," kata pemilik warung kepada Wartakotalive.com, pagi tadi.

Tak ada tahu siapa nama lengkap kakek itu.

Tapi pelacur di sana memanggilnya Kakek Akiong.

Usianya sudah lebih dari 80 tahun.

Anak Kakek Akiong yang memberi tahu umur itu saat beberapa kali menjemput Kakek Akiong yang sedang menggunakan jasa pekerja seks komersial (PSK) di Kalijod‎o.

Dia sudah sejak muda sering datang ke Kalijodo dan memakai jasa perempuan di sana.

Dia disebut sebagai pebisnis dan punya beberapa toko kelontong.

Tapi saat usianya makin tua dan istrinya meninggal, Kakek Akiong makin sering datang.

Anaknya kadang menjemput dia dan mengajaknya pulang.

Kemudian 1 tahun lalu, sang kakek menjual 3 rumahnya lalu anaknya memasukkan di ke sebuah panti Jompo di Jakarta Barat.

Tapi kakek Akiong selalu saja datang dan rutin.

"Pagi dia datang. Terus kadang pulang, lalu nanti sore dia bisa datang lagi," kata pemilik warung.

Makanya, kadang apabila anaknya menjenguk ke panti jompo dan melihat Kakek Akiong tak ada, anaknya akan buru-buru mencari ke Kalijodo.

Anaknya selalu bisa menemukan Kakek Akiong dan mengajaknya kembali ke panti jompo.

"Tapi esoknya dia datang lagi dan menyewa perempuan. Banyak banget uangnya itu kakek," ujar pemilik warung. (Theo Yonathan)

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved