Rusharmanto Lega Usai Punya SIM D Khusus Difabel, Kalau di Jalan Tidak Was-was Ada Razia
Pada pertengahan tahun 2009, dirinya ingin memperpanjang SIM C namun ditolak.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Suut Amdani
Pernah saat itu ia diberhentikan oleh polisi saat pemeriksaan.
"Pas diperiksa surat-surat, saya cuma bisa nunjukkin SIM C yang sudah kadaluarsa. Ya habis mau gimana lagi, saya perpanjang gak bisa. Tapi akhirnya sama polisi disuruh lanjut, cuma diingetin nyalain lampu depannya," tuturnya.
Kini, dengan sudah dikantunginya SIM D, ia bisa tenang berkendara di jalan raya.
Selain Rus, ada tiga penyandang difabel yang mengantungi SIM D hari ini.
Mereka yakni Budi Santoso (47), Ismet Hasa (29) dan Dwi Lestari (46).
Pembuatan SIM D mereka difasilitasi oleh organisasi Difable Action.
Ketua Difable Action, Teguh Prasetyanto mengatakan pembuatan SIM D ini sebagai bentuk kesetaraan terhadap para penyandang difabilitas, khususnya di jalan raya.
"Hingga saat ini sudah ada sembilan penyandang difabel yang sudah pegang SIM D di Kabupaten Bogor. Nanti gelombang ketiga insyaAllah akan ada lagi yang buat, tapi belum dijadwalkan," katanya.
Sementara di Kota Bogor sudah ada lima penyandang difabel yang memiliki SIM D.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/sim-d_20160219_172505.jpg)