Reza Sering Mengamuk, Ibunya yang Tukang Urut Relakan Anaknya Dirawat Rumah Sakit Jiwa
Sakit depresi yang diderita oleh lulusan SMK komputer ini, hilang timbul.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Setiap hari kerja sebagai tukang urut, Aas Kaswati, rela urus anak yang menderita depresi.
Ibu dua anak ini yang telah berusia 64 tahun ini, harus merelakan anaknya dibawa oleh Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor ke Rumah Sakita Marzuki Mahdi.
Aas tinggal disebuah kontrakan di RT. 3/13, Blok AP, Graperi 2 Bojong Depok, Desa Sukahati, Kecamatan Cibinong.
Reza Hadiwijaya (34), menderita depresi sejak di PHK oleh pabrik ban ternama di Kota Bogor.
"Sekitar 2013 sudah mulai kelihatan glagat anehnya, sudah tidak mau bergaul lagi, kalau marah itu seram," katanya saat disambangi ke rumahnya oleh TribunnewsBogor.com, Jumat (4/3/2016).
Sakit depresi yang diderita oleh lulusan SMK komputer ini, hilang timbul.
Jika marah, Reza akan mengobrak abrik seluruh barang di dalam rumahnya.
Saat TribunnewsBogor.com ini datang kerumahnya pun, kondisi rumah seperti sedang mau pindahan rumah.
"Kalau marah semua diberantakin, dilempar-lempar, saya juga sering diusir, ini yang sekarang mah sudah saya beresin sebagian," ujarnya.
Fisik dari Aas sudah sangat renta, jalan pun terpapah.
Namun untuk menghidupi anak bungsunya ini, dirinya untuk mengerjakan semua hal agar mendapati pundi rejeki.
"Seringnya ngurut, soalnya Reza setiap pagi itu suka minta uang buat beli rokok sama kopi," katanya.
Beruntung, amuk amarah lelaki kelahiran tahun 1979 ini tidak pernah dirasakan oleh para tetangganya.
"Saya pernah sampai dibenturkan ke teralis jendela, makanya kalau dia marah saya mending keluar," ujar Aas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/aas-kaswati_20160304_172633.jpg)