Bogor Banjir dan Longsor
Korban Tembok Roboh Sempat Berencana Beli Parfum
Setelah lulus SMA dia langsung kerja. Bisa dibilang dia itu tulang punggung keluarga
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Vovo Susatio
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Mety Mutia Rahman (19), korban meninggal akibat tertimpa tembok pembatas di daerah Jalan Sindangsari RT 02/02, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, telah dimakamkan.
Peristirahatan terakhir Almarhumah Mety Mutia Rahman adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dreded, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Jenazah almarhumah dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB, di samping pusara kakek dan neneknya.
Baca : Penumpang Sepeda Motor Tewas Tertimpa Tembok Pembatas saat Melintas
Kakak ipar almarhumah, Bily mengatakan semasa hidupnya Mety bekerja sebagai resepsionis di sebuah tempat karaoke di Kota Bogor.
"Setelah lulus SMA dia langsung kerja. Bisa dibilang dia itu tulang punggung keluarga," kata Bily kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (13/3/2016).
Baca : Reruntuhan Tembok Yang Menimpa Pengendara Motor di Bogor Dibersihkan Pakai Alat Berat
Mety yang merupakan anak keempat dari enam bersaudara sangat membantu keluarga dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup sehari.
Anggota keluarga lain tidak bisa begitu membantu ekonomi keluarga.
Baca : Sempat Dapat Kabar Meninggal, Keluarga Korban Tembok Roboh Histeris Ternyata Masih Kritis
Ayah Mety, Maman Suparman (50) yang juga menjadi korban tembok roboh, sehari-hari mencari nafkah dengan bekerja sebagai pedagang mainan.
"Yang paling banyak membantu itu dia (Mety). Orangnya baik dan gak macem-macem," tuturnya.
Sebelum pergi untuk selamanya, Bily ingat adik iparnya itu sempat berencana ingin membeli parfum bersama kakaknya.
"Kemarin dia sempat bilang ingin beli parfum kalau gajian sama kakak saya. Tapi malah dia sudah pergi (meninggal) duluan," tutur Bily.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/korban-tembok-runtuh-3_20160313_172504.jpg)