Breaking News

Bogor Banjir dan Longsor

Warga Curhat ke Pemda, Apa Banjir Jakarta Pindah ke Bogor?

Atau jangan" air dr Jakarta yg mengalir ke Bogor? Hahahaha

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vovo Susatio
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Warga Kampung Kincir, Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor menyelamatkan barang berharga akibat banjir yang merendam rumahnya, Minggu (28/2/2016) 

Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor mengalami bencana banjir, tanah longsor bahkan kebakaran dalam beberapa hari terakhir.

Keadaan ini mengusik sebagian warga Bogor, terutama soal banjir yang beberapa hari terakhir menggenangi sejumlah lokasi.

Bogor sering dituding sebagai pengirim banjir bagi wilayah Jakarta, namun belakangan ini Bogor malah mengalami banjir dimana-mana.

Beberapa netizen yang merupakan warga Bogor mencurahkan perasaan hatinya dalam group diskusi facebook 'Curhat Untuk Pemda Bogor'.

Unek-unek soal banjir antara lain disampaikan pemilik akun facebook Tjatur Ari Lestari yang menulis lumayan panjang di group Facebook tersebut.

"Ironis ya. 2 th yl, Jakarta mesti rame klo musim hujan tiba. Banjir dimana" n selalu berpatokan ke pintu air Katulampa. Klo pintu air mencapai tanda siaga 1, artinya Jakarta hrs siap". n klo Bogor hujan 3 hari berturut" sudah bisa dipastikan JKT bakal banjir.
Tapi itu duluuu...," tulis Tjatur Ari Lestari.

"Skrg gak lagi krn Jakarta banyak perubahan. Sudah diketahui n terurai sumber penyebabnya. Sebaliknya justru Bogor yg mulai disibukkan dg genangan air di bbrp titik. Atau jangan" air dr Jakarta yg mengalir ke Bogor? Hahahaha. Ngabodor beurang!!!!," demikian tulisan lanjutan Tjatur Ari Lestari.

"Belajar dr kondisi di Jakarta ... ternyata gorong" dipenuhi sampah yg gak bisa busuk! Sebanyak 24 truk !! Bukan gak mungkin saluran" air di Bogor juga tersumbat, jika bukan oleh kulit kabel bisa krn meterial lain. Atau bisa jadi, kemungkinan malah gak ada gorong" nya alias buntu. Jika benar demikian, tunggu saja musibah yg bakal datang," ulasnya.

"Jika banjir datang, taman" yg indah bakalan hilang. Tembok" penuh lukisan bakalan kotor oleh lumpur yg terbawa banjir, bangku" n lampu taman bakalan hanyut terbawa arus. Tanaman n bunga" nya juga hilang," kata Tjatur mengingatkan.

"Jadi, sebelum banjir memusnahkan taman" kota, mari sarerea segera benahi gorong", periksa saluran air, mengeduk sungai, ruko" segera bikin got. Lampu merah Yasmin selalu ada genangan air. Kok gak ada yg tanggap ya. sampai musim hujan berikut n berikutnya lagi.....," curhatnya dalam forum tersebut, Minggu (13/3/2016).

Postingan Tjatur itu mendapat banyak tanda likes dan komentar dari netizen yang juga khawatir banjir akan semakin parah di Kota Bogor.

Pemilik akun Sri Hardjanto menyampaikan kisah pengalamannya terjebak banjir pada bulan Maret, tahun 2015 lalu.

"Saya pernah mengalami tahun lalu bulan maret 2015, saya bersama istri hanyut terbawa banjir bersama mobil di gang out. Mobil kami tinggalkan akhirnya nyangkut di tiang listrik," ujarnya dalam komentar tersebut.

"Hal itu terjadi sebenarnya pemerintah kota sdh mengetahui, dari tahun ke tahun terjadi dan bisa terjadi beberapa kali," bebernya lagi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved