Menhan Ryamizard Sebut WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Bebas, Uang Tebusan Disiapkan Perusahaan
"Tidak lama lagi akan dibebaskan dalam keadaan sehat."
Penulis: Damanhuri | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Hingga saat ini 10 WNI masih disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf.
Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu mengatakan jika saat ini kondisi para sandera masih dalam keadaan sehat.
"Tidak lama lagi akan dibebaskan dalam keadaan sehat," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com saat berkunjung ke Universitas Pertahanan Indonesia di Sentul Bogor, Kamis (14/4/2016).
Dia juga memastikan tidak akan ada agresi militer untuk melakukan penyelamatan terhadap para sandera.
Menurutnya, jika hal itu dilakukan akan membahayakan nyawa para sandera yang saat ini masih berada di tangan Abu Sayyaf.
"Kalau kita lakukan ageresi militer siapa yang akan bertanggungjawab jika para sandera tewas dibunuh mereka," kata dia.
Pihaknya lebih memilih langkah negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf yang saat ini menyandera warga negara Indonesia.
"Dana untuk tebusan disiapkan oleh yang punya perusahaan, jadi tidak masalah," tandasnya.
Seperti dikutip dari Kompas.com, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon meminta pemerintah agar tak hanya menunggu dan lebih proaktif dalam upaya penyelamatan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf.
Sebab, hal ini menyangkut keselamatan warga negara Republik Indonesia.
Sehingga, meski jumlahnya hanya seorang pun, tetap harus diperjuangkan semaksimal mungkin.
"Jadi saya kira pemerintah seharusnya tidak boleh menunggu tapi proaktif mengirimkan orang ke sana untuk melakukan negosiasi dan pengumpulan informasi secepatnya," ujar Fadli usai mengisi acara diskusi di Kantor MMD Initiative, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).
Meski jumlah anggora Abu Sayyaf tak banyak, namun ia mengetahui kelompok tersebut sebagai kelompok yang sangat militan. Selain itu, reputasi mereka pun cukup ganas.
Menurut Fadli, Abu Sayyaf agak berbeda dengan kelompok pejuang kebebasan di Mindanau Selatan, seperti The Moro National Liberation Front (MNLF) atau The Moro Islamic Liberation Front (MILF).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ryamizard-ryacudu_20160414_192641.jpg)