Menhan Ryamizard Sebut WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Bebas, Uang Tebusan Disiapkan Perusahaan

"Tidak lama lagi akan dibebaskan dalam keadaan sehat."

Penulis: Damanhuri | Editor: Suut Amdani
Tribunnewsbogor.com/Damanhuri
Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu 

"Abu Sayyaf dari tahun '90-an termasuk kelompok yang dikenal cukup berani menghabisi nyawa orang," ujar wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Sebanyak 10 awak kapal pandu Brahma 12 beserta muatan batubara milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, disandera kelompok teroris Filipina Abu Sayyaf sejak Sabtu (26/3/2016) lalu.

Para awak kapal dan seluruh muatan batubara dibawa penyandera ke tempat persembunyian mereka di salah satu pulau di sekitar Kepulauan Sulu.

Tak hanya itu, Abu Sayyaf meminta tebusan 50.juta peso (sekitar Rp 14,3 miliar) untuk pembebasan 10 sandera itu.

Militer Filipina sudah memasukkan kelompok Abu Sayyaf sebagai teroris lokal yang kerap menculik dan menyandera orang asing untuk mendapatkan tebusan.

Kelompok ini juga terkait dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Pada September 2015, kelompok ini menculik warga Kanada, Norwegia, dan Filipina dari sebuah resor pantai kelas atas di Filipina selatan.

Mereka menuntut tebusan 21 juta dollar AS untuk setiap sandera.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved