ABB Pindah Ke LP Gunungsindur Bogor
Putra Baasyir Bertemu Ayahnya dari Balik Kaca, Mereka Tidak Bisa Bersalaman dan Pelukan
"Kami akan ajukan melalui tim pengacara agar bisa bertemu tanpa dibatasi oleh dinding kaca,"
Penulis: Damanhuri | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNG SINDUR - Kedatangan kedua putra Abu Bakar Baasyir bersama tim relawan Mer-C dan kuasa hukumnya hanya bisa bertemu terpidana kasus terorisme itu dibalik ruangan kaca pada Senin (16/4/2016).
Rombongan hanya diberikan waktu sekitar 30 menit untuk bisa berkomunikasi menggunkan speaker yang berada didalam ruangan.
Mereka yang hari ini datang itu hanya bisa bertatap wajah yang terhalang kaca tanpa ada kesempatkan untuk bersalaman maupun memeluk sang ayah yang kini mendekam di dalam sel tahanan.
Abdul Rochim Baasyir mengaku kecewa lantaran hanya diperbolehkan untuk bertemu dari balik kaca saat bertemu ayahnya itu.
"Tadi cuma ngobrol ajah menggunkan alat komunikasi speaker yang ada di ruangan itu. Kalau bersalam belum boleh apalagi sampai memeluknya," ujarnya usai melihat kondisi Ayahnya di Lapas Gunung Sindur, Senin (18/4/2016) siang.
Dia menambahkan, terakhir bertemu dengan ayahnya pada Rabu (13/4/2016) ketika Baasyir masih berada di Lapas Pasir Putih, Nusa Kambangan sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur Bogor pada Sabtu (16/4/2016).
"Alhamdulillah kondisi beliau baik-baik saja dan berpesan agar keluarga sabar dengan keadaan ini," kata dia.
Dia berharap, pihak keluarga tidak dibatasi untuk bertemu dengan Baasyir.
"Kami akan ajukan melalui tim pengacara agar bisa bertemu tanpa dibatasi oleh dinding kaca," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kedua putra AbuBakar Baasyir yakni Abdul Rochim Baasyir dan Abdul Rosyid Baasyir yang di dampingi oleh pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM) yang tiba sekitar pukul 11.30 WIB di Lapas Gunung Sindur Bogor.

Tribunnewsbogor.com/Damanhuri
Mahendradatta, Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) selaku pengacara mengatakan, pihaknya mendampingi keluarga kliennya itu agar bisa bertemu dengan Abu Bakar Baasyir di dalam Lapas.
"Saya juga ingin berkomumikasikasi secara langsung kepada beliau (Baasyir, red) bagaimana perlakuan di lapas Gunung Sindur ini," kata dia.
Menurutnya, ketika Baasyir berada di Lapas Pasir Putih, Nusa Kambangan merasa sangat dikekang lantaran dilarangan melakukan berbagai aktivitas seperi shalat berjamaah maupun aktivitas lain lantaran dimasukan dalam tahanan isolasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/abu-bakar-baasyir_20160418_171356.jpg)