Ujian Nasional 2016
Peserta UN SD Tertua Kota Bogor Siapkan Ujian Belajar Bersama Anak
Sejak tahun 2006, Dasmin bekerja di Taman Banteng, Jakarta Utara.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Mimpi Dasmin waktu kecil terwujud karena dorongan tuntutan dari pekerjaannya.
Menempuh proses belajar mengajar jadi mimpinya, setelah Dasmin hanya sekolah sampai kelas satu sekolah dasar (SD).
Kebutuhan ekonomi jadi alasan utama baginya tidak lagi memakai seragam putih merah saat itu.
Pemalang, Jawa Tengah, jadi kenangan terakhirnya menikmati bagaimana duduk di bangku sekolah.
"Dulu tuntutan ekonomi keluarga saya yang tidak mampu, orang tua juga hanya beranggapan asal saya bisa baca saja sudah cukup," kata Dasmin usai mengikuti Ujian Nasional Paket A di gedung SMA PGRI 4 Bogor, Senin (16/5/2016).
Ayah empat ini kembali termotivasi saat perusahaan tempatnya bekerja, mengharuskan pekerjanya memiliki beberapa persyaratan, terutam ijazah SD dan SKCK.
Sejak tahun 2006, Dasmin bekerja di Taman Banteng, Jakarta Utara.
Keharusan memiliki ijazah, membuatnya berpikir keras untuk mencari solusi.
Hingga akhirnya, pada tahun lalu Dasmin bergabung dengan Pelaksana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Yayasan Daru Solihin.
Pria yang menggunakan kemeja lengan panjang kusut ini, tinggal di wilayah Parung, Kabupaten Bogor.
Tempatnya belajar berada di Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor.
Sedangkan dirinya, bekerja di Taman Banteng, Jakarta Pusat.
"Halangannya cuma itu saja, tempat saya jauh, saya bersyukur sekali bapak dan ibu pembimbing memberi saya solusi sampai saya bisa mengikuti ujian nasional," katanya.
Pelajaran matematika jadi favoritnya selama satu tahun belajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/dasmin_20160516_165501.jpg)