Menelisik Asal Muasal Kawasan Citeureup dari Perjalanan Raden Sake

Raden Sake memiliki keturunan dari kerajaan di Banten.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Suut Amdani
Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Hingga kini makam Raden Sake terawat dengan baik di kampung Nangka RT. 02/01 Desa Karangasem Timur Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Citeureup merupakan sebuah kecamatan yang letaknya tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.

Namun tau kah Anda ada seorang tokoh yang sudah terkenal hingga keujung Provinsi Banten.

Beliau adalah Syarifudin Shoheh atau biasa yang dikenal oleh warga tersebut dengan sebutan eyang atau mbah Sake.

Belum diketahui asal mula nama Sake tersebut.

Namun perjuangan raden Sake dalam menyebarkan agama Islam di kawasan Citeureup sudah menyebar luas hingga ke Provinsi Banten.

Hingga kini makam Raden Sake terawat dengan baik di kampung Nangka RT. 02/01 Desa Karangasem Timur Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.


Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho

Ada seorang tokoh masyarakat yang tau betul silsilah Raden Sake yaitu Asep, namun saat TribunnewsBogor.com menyambanginya Asep sedang tidak berada ditempat.

Namun Informasi mengenai Raden Sake didapat dari Kokom (43) seorang penjaga kebersihan di sekitar lokasi makam.

Menurut informasi Raden Sake memiliki keturunan dari kerajaan di Banten.

"Raden Sake itu asalnya dari wilayah Banten, beliau datang ke kawasan Citeureup untuk menyebarkan agama Islam," ujar Kokom.

Memang saat mengunjungi kawasan Citeureup warga sudah tidak asing lagi dengan tokoh beranama Raden Sake.

Hal tersebut dikarenakan warga Citeurep sangat kagum dan menghargai jasa Raden Sake dalam menyebarkan Agama Islam di Citeureup.

"Kalau orang sini emang sudah enggak asing, sudah pada tau tentang Raden Sake, bahkan orang Banten sendiri kalau ziarah aja ke sini," ujarnya.


Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho

Diketahui Pangeran Sake lebih memilih untuk melakukan syiar Islam daripada berdiam diri di Istana Banten.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved