Menelisik Asal Muasal Kawasan Citeureup dari Perjalanan Raden Sake

Raden Sake memiliki keturunan dari kerajaan di Banten.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Suut Amdani
Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Hingga kini makam Raden Sake terawat dengan baik di kampung Nangka RT. 02/01 Desa Karangasem Timur Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. 

Bahkan menurut cerita, Raden Sake sering kali melakukan zikir selepas sholat Subuh hingga terbit Fajar.

"Kalau dari cerita atau informasi yang saya tau, dari irang terdahulu dan tokoh di sini, eyang Sake itu adalah putra Istana Banten, tapi beliau lebih memilih melakukan Syiar Islam dibanding berdiam di Istana, di sini juga beliau serung kali berdzikir sejak Subuh hingga matahari terbit," ujarnya.

Selain menyebarkan Islam, beliau juga yang membuka kawasan Citeureup.

Konon kawasan Citeureup yang dulunya adalah sebuah hutan dan hanya dihuni oleh beberapa orang saja kini sudah ramai ditinggali oleh para penduduk.

"Eyang Sake juga yang membuka kawasan ini," tuturnya.

Dalam komplek makam Mbah Sake ada beberapa makam lain yang juga merupakan keluarga dan kerabat dari Eyang Sake.

LIHAT VIDEONYA:

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved