Ternyata Petilasan Raden Sake Ada di Sejumlah Daerah, Ini Kisahnya
Pangeran Sake kala itu diburu oleh Belanda.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Syarifudin Shoheh atau yang dikenal dengan sebutan Raden Sake selain membuka Kawasan Citeureup dan menyebarkan Syiar Islam, juga ikut berjuang melawan Belanda.
Selain menyebarkan Syiar Islam, Raden Sake juga merupakan orang yang menentang dan melawan penjajahan Belanda.
Dalam syiarnya selain menyebarkan agama Islam beliau juga sering mengajak masyarakat untuk menentang kepada penjajahan Belanda ketika itu.
"Dulu pangeran Sake itu menyebarkan agama Islam di sekitar Citeureup, Cibinong, Cileungsi dan Gunungputri," ujar Kokom warga sekitar.
Kawasan Citeureup yang dulunya merupakan kawasan rimba yang hanya dihuni oleh beberapa orang saja menjadi tempat yang pas bagi Pangeran Sake untuk membukan wilayah baru.
Selain untuk menghindari Belanda keberadaan Pangeran Sake juga membuat penduduk sekitar mengerti akan Islam melalui syiar yang diberikan oleh Pangeran Sake.

Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Maka dari itu sudah tidak aneh jika makam atau petilasan Pangeran Sake ada juga di daerah lain.
Hal itu dikarenakan warga sekitar yang pernah didatangi oleh Pangeran Sake sering kali menyembunyikan keberadaan Pangeran Sake dari Belanda.
Caranya adalah dengan membuat gundukan yang diberi bertulisan Syarifudin Shoheh atau Pangeran Sake.
Hal tersebut dilakukan untuk mengelabuhi Belanda, sejak itulah lokasi makam atau petilasan Pangeran Sake ada dibeberapa daerah.
"Kalau makamnya di sini Citeureup, tapi Petilasan ada didaerah lain, dulu kan beliau diincar Belanda, jadi untuk menghilangkan jejak warga sekita sering kali berpura-pura mengabarkan bahwa Pangeran Sake sudah wafat," ujarnya.
Setiap malam Selasa dan malam Jumat, Makam Mbah Sake yang berada di Gang Nangka, Kelurahan Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor ramai dikunjungi peziarah.
Mereka biasanya datang dari banyak daerah seperti Cianjur, Cirebon, Banten,dan Sukabumi.

Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sebagai Informasi, Pangeran Sake merupakan keturunan dari Kerajaan Banten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/raden-sake_20160520_162943.jpg)