Ini Penjelasan Dinkes Bogor Soal Kematian Sandi, Ternyata Punya Penyakit Seperti Ini

Merebak kabar Sandi meninggal akibat gizi buruk yang dideritanya.

Penulis: Damanhuri | Editor: Suut Amdani
Tribunnewsbogor.com/Damanhuri
Kepala Bidang Binkesmas pada Dinkes Kabupaten Bogor, drg. Devi Siregar 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Kepala Bidang Binkesmas pada Dinkes Kabupaten Bogor, drg. Devi Siregar mengatakan, terkait meninggalnya salah seorang warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor pihaknya sudah melakukan penanganan kepada korban.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, sambungnya, Sandi memiliki riwayat penyakit cacat bawaan sejak lahir dan terkena penyakit meningitis.

Penyakit meningitis ini, kata drg Devi, yaitu peradangan otak yang membuat pertumbuhan si penderitanya menjadi lambat.

"Selama penyakit penyertanya itu tidak bisa disembuhkan, otomatis gizinya juga tidak berjalan baik," ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com di ruang kerjanya pada Selasa (31/5/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lapangan untuk membantu korban sejak pertama kali diketahui oleh tim puskesmas.

Saat itu, pasien sempat dibawa ke rumah sakit yang didampingi oleh petugas Puskesmas setempat.

Namun, sudah dikembalikan oleh pihak rumah sakit karena pengobatannya sudah bisa dilanjutkan di Puskemas.

"Saat itu di rumah pun mendapatkan pengawasan dari tim Puskesmas di sana, kami juga berikan bantuan tambahan berupa sembako," jelasnya.

Menurutnya, penanganan gizi buruk tidak semuanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan.

Namun, hal ini harus melibatkan lintas sektor seperti pemerintah desa dan kecamatan setempat hingga instansi lain juga harus terlibat.

"Kalau kami memang menangani secara medis, tapi untuk perekonomian keluarga korban itu juga harus diperhatikan. Sehingga semua terkoneksi dengan baik bukan cuma tanggungjawab satu instansi saja," jelasnya.

Sebab, kata dia, kasus gizi buruk kerap kali menimpa warga miskin yang memang penghasilannya pas-pasan sehingga perlu peran serta pemerintah Kecamatan, Desa dan Instansi lain yang memang menangani masalah kemiskinan.

Sementara itu, Sekcam Parung Panjang, Icang Aliudin menambahkan, jika didaerahnya itu belum ada kasus meninggal dunia karena gizi buruk.

"Bukan karena gizi buruk meninggalnya, tapi demam berdarah," kata dia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved