Ini Penjelasan Dinkes Bogor Soal Kematian Sandi, Ternyata Punya Penyakit Seperti Ini

Merebak kabar Sandi meninggal akibat gizi buruk yang dideritanya.

Penulis: Damanhuri | Editor: Suut Amdani
Tribunnewsbogor.com/Damanhuri
Kepala Bidang Binkesmas pada Dinkes Kabupaten Bogor, drg. Devi Siregar 

Kendati demikian, Icang tidak memungkiri jika masih ada warganya yang menderita gizi buruk yang memang harus menjadi perhatian.

Menurutnya, warga yang bermukim di daerahnya sebagian besar bekerja sebagai buruh serabutan yang berpenghasilan rata-rata Rp 50 ribu per hari.

"Makanya kami akan dorong melalui pemerintah desa untuk melakukan pemberdayaan terhadap warga miskin," kata dia saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (31/5/2016).

Tak hanya itu, sambungnya, dana bantuan dari pemerintah pun sebagian akan dialokasikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat dengan membangun usaha ataupun diajarkan keterampilan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sandi bin Toing remaja berusia 13 tahun meninggal dengan kondisi tubuh mengenaskan.

Remaja itu meninggal dalam keadaan tubuh sangat kurus diduga akibat gizi buruk.

Sandi merupakan warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parung Panjang , Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ketua Relawan Peduli Bogor Barat, Uun menjelaskan, Sandi merupakan warga yang menderita gizi buruk.

"Sudah lebih dari 10 orang yang bernasib sama seperti Sandi," Senin (30/5/2016)

Lebih lanjut dia mengatakan, awalnya pihaknya sudah berupaya membantu pengobatan dengan membawanya ke rumah sakit.

Namun, kemudian Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil alih proses pengobatan Sandi.

"Kami diminta mundur oleh Pemkab Bogor, katanya mau diurus pengobatannya. Padahal sampai meninggal keluarga berobat sendirian
tanpa didampingi petugas kesehatan dari pemerintah daerah," katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah pernah mendatangi rumah keluarga Sandi untuk memberikan bantuan berupa sembako.

"Yang mereka butuhkan bukan sekedar sembako, tapi penanganan medis bagi anaknya," ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, Sandi meninggal dunia pada Minggu (28/5/2016) di rumahnya.

"Ibu Bupati kalau bisa datang langsung kerumah korban, petugasnya juga sudah tau kok alamatnya," katanya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved