Ziarah Masjid di Bogor
Belajar Tahfiz Al-Quran Sambil Menyiarkan Agama Islam
Melakukan tadarus Al-Qur'an dan mengajak jamaah yang biasa beribadah di masjid yang dituju untuk ikut mengaji.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Soewidia Henaldi
Setiap hari mereka harus menyetor hafalan Al-Qur'an kepada guru pendampingnya.
Cepat atau lambatnya para murid dalam menghafal Al-Qur'an ini tergantung dari daya menghafalnya.
Ada yang cepat, atau ada juga yang butuh waktu lebih.
Sekitar 70 anak yang ada di pesantren Sulaimaniyah untuk tahun ini.
Mereka semua tidak dipungut biaya selama menjalani pendidikan di pondok pesantren Sulaimaniyah ini.
Nantinya, murid terbaik pesantren akan dikirim ke Turki untuk kembali menimba ilmu di sana.
"Anak-anak yang terbaik akan dikirim ke Turki untuk memperdalam belajar soal Al-Qur'an. Tapi harus menlewati tahap seleksi dulu," tuturnya.
Sebuah masjid bernama Masjid Baitul Rahman menyatu dengan area pondok pesantren.
Warga sekitar menengal masjid itu sebagai masjid tujuh lantai.
Sebutan masjid tujuh lantai diambil karena bangunannya yang berdampingan dengan sebuah pesantren Pondok Pesantren Sulaimaniyah.
Bangunan pondok pesantrennya menjulang tinggi beberapa lantai.
Dominasi warna cokelat, putih dan hijaunya terlihat dari gedung pesantren yang bergenting cokelat itu.
Beberapa menara tinggi terlihat, bahkan dari kejauhan gedung masjid tujuh lantai ini sudah tampak.
Gedung pesantren ini membentuk leter L, sementara masjidnya berada di tengah-tengahnya.
Masjid ini tidak dibuat bertingkat, namun atapnya berbentuk limas dengan dilapisi genten berwarna cokelat.
Senada dengan gedung pesantren, masjid ini juga didominasi warna hijau dan cokelat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/masjid-baitul-rahman_20160617_110436.jpg)