Kisah Wanita 103 Tahun Gantungkan Hidup Dengan Menganyam Keranjang Bambu

Emak Nani pun menceritakan bahwa sudah sejak umur enam tahun ia membuat bongsang.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Di depan pintu, dengan tenang Nani menganyam bambu pipih untuk dijadikan sebuah bongsang, atau keranjang bambu.

Usianya yang tak lagi muda tak menghalangi Nani menganyam bongsang.

Matanya yang sudah mulai rabun membuat ia harus perlahan saat menganyam bambu.

Sinar matahari yang terpancar dari luar rumahnya membantunya untuk melihat lebih jelas saat menganyam bongsang.

Nani, atau yang akrab disapa emak nani ini mengaku sudah berusia 103 tahun.

Sore itu TribunnewsBogor mengunjungi emak nani di kedeiamannya di Kampung Babakan Nanggewer, Desa Petir, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Meski cengkraman tangannya sudah tidak sekencang saat dia masih muda, namun Emak Nani masih kuat memotong bambu dengan golok.

Emak Nani pun menceritakan bahwa sudah sejak umur enam tahun ia membuat bongsang.

"Emak sudah dari kecil bikin bongsang, dari umur enam tahun emak sudah bikin bongsang," kata Emak Nani kepada TribunnewsBogor.com.

Ia pun mengatakan, bahwa dahulu orang tuanya berpesan agar tidak meninggalkan tradisi membuat bongsang.

Karena jika bukan dirinya tak adalagi penerus lain yang bisa membuat kerajinan bongsang tersebut.

"Dulu ya orang tua emak bilang gimana pun jangan ditinggalin bongsang ini, soalnya dulu kan kalau ada hajatan, tahlilan, atau syukuran bongsang dipakai sebagai bungkus makanan, ini tradisi jaman dulu," ujar Emak Nani.

Dalam sehari Emak Nani bisa membuat puluhan bongsang, hanya saja bahan bakunya sulit dimiliki.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved