Komunitas Terminal Hujan, Hujani Ilmu dan Semangat Anak-Anak untuk Belajar
Terminal hujan sendiri merupakan komunitas yang mempunyai misi meningkatkan kemampuan baca tulis hitung anak, yang berdomisili di sekitar terminal
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Ruangan yang tak terlalu besar ini selalu disesaki anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi.
Mereka tak jarang berlarian kesana kemari, bahkan hingga ke halaman depan.
Ada yang tertawa riang, ada jug amerak yang serius mengikuti pelajaran yang diberikan oleh kakak-kakak pendampingya.
Seperti itu kira-kira kondisi di Kantor Urusan Agama (KUA) Bogor Timur setiap akhir pekan.
Ya, di tempat milik pemerintah Kota Bogor itu, Komunitas Terminal Hujan terus mengobarkan semangat belajar anak-anak, khususnya anak-anak yang tinggal di Kawasan Terminal Baranangsiang.
Komunitas ini dijalankan oleh sekelompok anak muda Kota Bogor yang sangat peduli terhadap pendidikan, khususnya anak-anak SD dan SMP.

Komunitas Terminal Hujan
Meski tak punya gedung sendiri dan masih menumpang di kantor KUA, mereka tetap semangat untuk memberikan pendidikan yang mendasar untuk anak-anak.
Terminal hujan sendiri merupakan komunitas yang mempunyai misi meningkatkan kemampuan baca tulis hitung anak, yang berdomisili di sekitar Terminal Baranangsiang.
"Target anak-anaknya itu bukan anak jalanan, disini mereka sekolah juga, mulai kelas 1-6 SD, dan SMP, di terminal hujan ini semacam belajar tambahan, tapi dari kalangan anak yang tidak sekolah juga kita menerima kalau ada yang mau gabung," ujar Haqi, Ketua Komunitas Terminal Hujan, kepada TribunewsBogor.com, Minggu (30/10/2016).
di gedung KUA yang berada di Jalan Riau, Baranang Siang, Bogor Timur, Kota Bogor ini, anak-anak tersebut diajarkan beberapa mata pelajaran diantaranya, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan lain sebagainya.
"Awalnya kita fokus ke calistung, tapi saat ini sudah mulai diajarkan pelajaran lainnya seperti pengetahuan alam dan umum, bahasa perancis dan Jerman, serta menyanyi," ujarnya.
Haqi mengatakan Terminal Hujan berdiri sejak tahun 2011, yang anggotanya terdiri dari para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), Mahasiswa, hingga pekerja.
"Jadi para anggota yang tergabung dalam terminal hujan itu menjadi pengajar anak-anak, kalau foundernya itu Anggun Pesona Intan (28) dan Irma sella Karlina (28)," ujar Haqi.
Selain itu, lanjut Haqi, Terminal Hujan juga melakukan edukasi terhadap orang tua mengenai pentingnya pendidikan.
