Pengantin Wanita Ini Dipaksa Buka Baju oleh Pria Lain, Suaminya Diam Saja, Ini yang Terjadi
Sementara pengantin wanita tersebut terlihat berusaha untuk menutup badannya dan mengelak dari para pria tersebut.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Mendengar keributan itu, pengantin perempuan pun bangkit dari duduknya.
Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu.
Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.
"Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah," tanya keluarga pengantin perempuan.
Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi.
Meski matanya berkaca-kaca, ia tetap berusaha tersenyum lalu mengambil mikrofon dan mulai menyatakan argumennya.
"Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini," ujarnya mengawali pembicaraan.
"Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu," kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.
"Tak apa-apa lah, semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum," kata pria itu sambil meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.
Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki.
Pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.
Konon pengantin lelaki itu memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000.
Ia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.
Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, dan menghujat pengantin lelaki serta menagih kekurangan uang hantaran.
Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam, di saat para undangan belum beranjak.
Mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian di waktu yang bersamaan.
Belum diketahui kebenaran berita tersebut, namun rasanya kita bisa mengambil pelajaran berharga dalam kisah ini.
Bahwa pernikahan bukan semata karena mahar yang dibawa mempelai suami.
Melainkan ketulusan cinta keduanya dan niat menikah karena ibadah.
Semoga tidak ada lagi yang mengalami hal demikian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pengantin_20161101_160537.jpg)