Sutan Bhatoegana Meninggal
Cuaca Ekstrem Warnai Pemakaman Sutan Bhatoegana, Tenda Sampai Rubuh, Lihat Videonya
Saking kencangnya, tenda yang berdiri di area pemakan Sutan jenazah pun turut ambruk tertiup angin.
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Yudhi Maulana Aditama
"Hari ini para sahabat almarhum Sutan Bathoegana Siregar, termasuk saya, berduka karena almarhum dipangil Allah SWT. Kami mengenal dan mengenang beliau sebagai pejuang yang gigih, pekerja keras dan memiliki semangat untuk bersama-sama yang lain berjuang dalam medan perjuangan politik yang sama," katanya, Sabtu (19/11/2016).
Lanjutnya, Sutan memiliki jasa yang besar dalam membangun Partai Demokrat,
Sejak Partai Demokrat berdiri, Sutan merintis bersama pendir partai lainnya, melakukan sosialisasi di seluruh tanah air hingga akhirnya besar seperti sekarang.
"kami sebagai sahabat tentu tak pernah melupakan jasa pengabdian almarhum, kami mendoakan agar beliau diterima Allah SWT. Setiap manusia punya kekurangan dan kekhilafan, dan kami mohon kepada Allah agar bisa memaafkan kekhilafan Sutan," tuturnya.
Sutan Sosok Dihormati dan Dirindukan
Sosok Sutan Bhatoegana sangat dihormati oleh rekan-rekannya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Ia merupakan seorang yang memiliki peranan penting dalam membangun Partai Demokrat.
Hal tersebut disampaikan oleh Endang Kurnia Hasim, Staf Divisi Hubungan Luar Negeri DPP Partai Demokrat.
Endang mengatakan dirinya dan teman separtainya merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Sutan Bhatoegana.
Sutan dikenal sosok yang humoris dan penuh keceriaan.
"Sutan itu orangnya humble, penuh ceria, dan humoris, sehingga kami merasa sangat kehilangan," ujar Endang kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (18/11/2016).

Jenazah Sutan Bhatoegana dibawa ke Tempat Pemakaman Umum Giri Tama, Parung, Bogor
Jenazah Sutan Bhatoegana dibawa ke Tempat Pemakaman Umum Giri Tama, Parung, Bogor
Endang mengaku dirinya cukup mengenal Sutan, menurutnya, Sutan selalu membawa kesegaran dalam dunia politik.
"Meski saya tidak satu dapil, beda departemen, tapi saya cukup mengenal baik Sutan, dia itu kadang suka memecah ketegangan saat membahas masalah-masalah yang ada," tuturnya.
Selain itu, Endang juga selalu ingat dengan celetukan-celetukan yang kerap dilontarkan oleh Sutan.
"Jadi saat mendapat kesimpulan saat sedang rapat ia pasti mengucapkan 'Jadi tuh barang', dia juga sering bilang 'ngeri-ngeri sedap' ketika menghadapi kemelut," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pemakaman-sutan_20161119_202625.jpg)