Mengenal Sosok 12 Pahlawan Pada Uang Rupiah Baru, Ada yang Gugur di Medan Perang

ada 12 wajah pahlawan yang ada di uang baru ini,dan semuanya jasa yang luar bias untuk negara

Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Kompas.com/ Sakina Rakhma Diah Setiawan
Uang NKRI desain baru yang diterbitkan pada 19 Desember 2016. 

Dr tjipto mangunkusumo merupakan seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda.

Ia adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda.

Pada tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda akibat tulisan dan aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917.

Ia wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.

Rp 500 logam (T.B. Simatupang)

TB Simatupang

Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama T.B. Simatupang lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920.

Ia adalah seorang tokoh militer dan Gereja di Indonesia.

Pria berdarah batak ini pernah ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) setelah Panglima Besar Jenderal Soedirman wafat pada tahun 1950.

Ia menjadi KASAP hingga tahun 1953.

Jabatan KASAP secara hirarki organisasi pada waktu itu berada di atas Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara dan berada di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan.

Rp 1.000 logam (I Gusti Ketut Pudja)

I Gusti ketut Pudja

Tokoh pahlawan nasional ini pernah ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mewakili Sunda Kecil (saat ini Bali dan Nusa Tenggara).

I Gusti Ketut Pudja juga hadir dalam perumusan naskah teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

Ia kemudian diangkat Soekarno sebagai Gubernur Sunda Kecil.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved