Buruh Cuci Piring Kelimpungan Ditagih Uang Ambulan Oleh Perawat RSUD Kota Bogor

Mariam yang bekerja sebagai buruh lepas itu ditagih biaya ambulan oleh perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Teguh Mulyana dan Mariam 

Laporan Warartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Kondisi remaja dengan kondisi perut membengkak di kota Bogor ini memang sudah membaik.

Namun, ibu dari remaja tersebut kini tengah kelimpungan.

Bagiamana tidak, ibu dari Teguh Mulyana (19), Mariam yang bekerja sebagai buruh lepas itu ditagih biaya ambulan oleh perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Padahal, sehari-harinya Marian hanya mengandalkan penghasilan dari mencuci piring, baju atau segala hal yang diminta tetangganya.

Sudah empat hari, Teguh Mulyana (19) warga kampung Jero Kuta Kaum, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Sejak Minggu (29/1/2017) lalu, Teguh yang juga pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) itu telah mendapatkan perawatan medis dari pihak RSUD.

Kini kondisi Teguh sudah mulai membaik dibanding sebelum dibawa ke rumah sakit.

Namun, Ibu Teguh, Mariam mengaku kaget ketika dirinya ditanya soal biaya transportasi ambulan.

Padahal, kata dia, Kondisi Teguh saat ini masih belum bisa dibawa pulang lantaran masih memerlukan perawatan.

"Kemarin, Selasa (31/1/2017) ada perawat datang ke sini, dia nanya soal biaya ambulan, sebenarnya saya tidak tahu, ambulan itu apakah untuk membawa Teguh pulang atau untuk apa, saya lupa nanya dan perawatnya pun tidak memberi tahu,," ujar wanita paruh baya ini kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (1/2/2017).

Mariam ditagih biaya sebesar Rp 75 ribu, namun dia tidak bisa membayarnya, sebab dirinya mengaku tidak memiliki uang.

"Saya bilang nanti aja saya bilang anak saya dulu, kebetulan saya tidak pegang uang, dirujuk ke RSUD pun dibantu pak lurah, terus kata perawatnya minta dikabarin kalau sudah ada uangnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Kota Bogor, Okto menjelaskan bahwa terkait adanya penagihan sejumlah uang kepada Mariam adalah untuk biaya transportasi ambil darah.

"Mungkin Teguh membutuhkan transfusi darah atas rekomendasi dokter, untuk biaya transportasi ambil darah sendiri tidak dicover BPJS atau KIS, itu bisa dilakukan oleh pihak keluarga, tapi mayoritas pasien biasanya minta ditangani rumah sakit, dan itu dikenakan biaya transportasi," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved