Kawal Mobil Mewah, Polisi Ini 'Ngamuk' Saat Seorang Pengendara Memfotonya
Kemudian saat polisi tsb mengetahui sy melakukan pemotretan, dia memotret balik kendaraan saya dengan HP-nya kemudian
Penulis: Tania Natalin Simanjuntak | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Dia masih membentak2 yang saya lupa apa yg dikatakan-nya, namun sepersekian detik kemudian bbrp anggota keluarga saya dari mobil lain mulai berdatangan.
Kakak ipar sy yg wanita mencoba melerai dengan menarik tangan polisi tsb dan bicara baik2, namun polisi itu mendorong-nya sehingga terjadi saling dorong antara polisi tsb dan keluarga yang bermaksud melerai. Sampai akhirnya sy bisa keluar dari mobil.
Merasa terkepung, polisi itu kemudian berkata: "kalau berani jangan keroyokan!"
Diapun bergegas menuju motor-nya sambil mendorong saya cukup keras dan hampir memicu keributan kembali.
Dan kemudian dia pergi, kembali mengawal mobil alphard hitam berpelat B tsb.
Untuk saya pribadi, ini adalah bukti arogansi aparat sekelas polantas.
Sy tidak bisa bayangkan jika aparat dengan pangkat dan jabatan yg lebih tinggi(?)
Secara klise akan dikatakan mereka adalah "oknum".
Tapi sepanjang pagi di perjalanan menuju puncak, para "oknum" ini banyak berlalu lalang mengawal moge2 atau mobil2 mewah yg menyewa mereka.
Moge2 itu bahkan diistimewakan dengan dikawal melawan arus saat lalu lintas padat.
Pertunjukan "money above the law" ini dengan lantang berkata:
"semua harus antri, KECUALI YANG MAMPU BAYAR FORERIDER".
Yang ga mampu bayar MINGGIR!!
Sy dengan sengaja memotret kondisi lalu lintas yg menjadi semakin macet dengan berhenti-nya forerider di tengah jalan saat itu, namun respon polisi itu sangat tidak etis.
Polisi itu berlaku kasar, membentak, melukai dan mengancam. Dia berani melakukan-nya didepan keluarga saya dan didepan umum.
Maka dapat dibayangkan bagaimana perlakuan mereka pada seorang terduga pelanggar yg ada ditempat tertutup?
Mudah2an semua bisa ambil pelajaran dari apa yg saya dan keluarga saya alami hari ini.
Namun satu yang pasti, kepolisian RI telah sekali lagi menyakiti masyarakat tanpa sebab dan kembali kehilangan kepercayaan kami, masyarakat Indonesia, sebagai pemegang kedaulatan dan pembayar pajak di negeri ini.."
Hingga saat belum ada keterangan dari pihak Satlantas Polres Bogor yang berwenang menangani masalah lalu lintas di Kawasan Puncak terkait kejadian tersebut.
Bagaimana menurut Anda?
------------------------
Ikuti Berita Terkini Bogor !
Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com
Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor
Instagram: @tribunbogor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/polisi-lalu-lintas_20170207_085948.jpg)