Menelisik Asal-Usul Komunitas Arab di Puncak Hingga Berbaur dengan Warga Lokal

Jangan aneh, ketika kita mendapati‎ orang arab sedang memberi makan burung peliharaannya setiap pagi seperti yang biasa dilakukan oleh warga lokal.

Tayang:
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kawasan Warung Kaleng, Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor yang kental dengan nuansa timur tengah 

Warga arab yang ada di Puncak juga tidak hanya orang arab yang berkulit putih dan berjenggot tebal, tapi juga orang arab yang berkulit gelap keturunan afrika.

Banyaknya warga Arab yang datang ke Puncak membuat bahasa Arab dianggap dasar penting untuk mencari rezeki di Puncak.

Tukang parkir, tukang ojek hingga pedagang asongan pun sudah menguasai bahasa Arab demi pekerjaan mereka.

Para pedagang yang menguasai bahasa Arab akan bisa kita temui di beberapa tempat wisata seperti di Taman Wisata Matahari, Curug Cilember, Puncak Pass dan banyak destinasi lainnya di Puncak.

Salah satunya, Asep (35), pria yang berjualan stroberi di Curug Cilember ini mengaku bisa bahasa Arab karena kebutuhan.

‎"Saya mah belajar sedikit-sedikit dari teman.‎ Karena kan banyakan orang Arab. Karena perlu aja, sih. Saya juga udah empat tahunan bisa bahasa Arab," jelas Asep.

Di tempat yang berbeda, karyawan minimarket seperti Alfamart tidak mau ketinggalan, mereka ikut mempelajari bahasa Arab demi kelangsungan hidup dan bekerja di sana.

Menurut Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Budi Santoso,‎ mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan pelatihan bahasa Arab secara khusus kepada karyawannya yang bekerja di Puncak.

"Pada prinsipnya itu merupakan kelebihan dan keahlian dari masing-masing karyawan. Namun Alfamart memberikan kebebasan selebar lebarnya bagi para karyawannya dalam belajar bahasa asing," jelas Budi.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved