Kode Pramugari Lion Air Sebelum Ada Penumpang Masuk Kokpit, Diprotes Pasutri Pilot Tawarkan Ini
Dalam cerita itu diketahui bahwa penumpang merekam kejadian tersebut di pesawat Lion Air.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
Lalu saya pura-pura masuk ke toilet walau tidak ada maksud apa pun selain memeriksa keberadaan si ibu dan putranya. Lalu tidak lama kemudian saya keluar dari toilet dan bertanya pada salah satu pramugari 'mba, ibu sama anak yang di bangku depan tadi (sambil menunjuk bangku yang kosong) kemana ya?'.
Si pramugari gelagapan menjawab 'hmmm.. Itu lagi ketemu suaminya di kokpit.' lalu saya lanjutkan pertanyaan lagi 'emang boleh yah ke kokpit? Bawa anak pula yang usianya masi balita? Apa tidak membahayakan para penumpang? Ada sekitar 214 penumpang loh mba yang ada di pesawat ini.' Makin grogi si pramugari menjawab 'perintah captain bu. Itu keluarganya'.
Saya mendengar jawaban pramugari tadi merasa tidak puas dan saya bilang 'saya orang awam tapi setau saya, tidak ada yang boleh masuk ke kokpit selain kru pesawat (sambil menunjukkan tulisan larangan memasuki kokpit yang jelas tertera di pintu depan kokpit) dan saya minta mba kasih tau sama pilotnya yah sebelum hal ini saya share kepada penumpang lainnya.' Lalu setelah itu saya kembali ke tempat duduk saya.
Sekitar 10 menit kemudian, si ibu dan putra nya terlihat keluar dari kokpit dikarenakan ada celah kecil diantara tirai yang bisa saya lihat (sempat saya foto dan jika suatu saat saya diminta untuk mengklarifikasi kejadian ini, saya siap untuk menunjukkan bukti fotonya) Si ibu dan anak menuju ke tempat duduknya.
Saya kira akan segera duduk saja, tapi ternyata malah memarahi saya. 'halo mbak, apa yah urusan anda mau share saya di kokpit? Saya kan ga ngapa-ngapain. Kok mbak yang sibuk? Aneh!' kata si ibu muda tadi sambil menunjuk ke arah saya.
Lalu saya menanggapi 'memang SOP nya seperti apa ya bu? Apa kah boleh penumpang dan membawa anak main di area sensitif seperti kokpit?'. Lalu si ibu menjawab dengan nada makin tinggi 'boleh aja kan ga ngapa-ngapain'.
Karena saya pikir ga ada guna nya berdebat dengan orang yang saya anggap tidak merasa bersalah dan tidak paham peraturan, akhirnya saya diam saja sambil kembali menutup masker yang saya pakai. Namun ternyata ketidakresponan saya makin membuat si ibu kesal, dan mencari pembelaan pada ibu nya yang duduk di bangku 1D.
Terdengar tertawa mereka mengejek saya dan suami saya (yang akhirnya ikut dalam percakapan ini) sebagai orang aneh dan ga tau aturan.
Singkat cerita, pesawat mendarat sekitar pukul 6.50 wib. Saya dan suami berniat meminta penjelasan dari pihak yang berwenang di dalam penerbangan ini, salah satunya adalah captain pesawat yang merupakan suami ibu yang duduk di bangku 1F tadi.
Saya menunggu cukup lama sampai semua penumpang turun dan ada beberapa penumpang yang bertanya kenapa saya masih berdiri di area garbarata.
Saya pun menjawab bahwa saya melihat tadi ada ibu dan anak masuk ke kokpit dan saya mau ketemu sama captainnya. Beberapa penumpang ada yang kaget mendengarnya namun dikarenakan waktu dan beberapa penumpang transitan akhirnya membuat mereka tidak terlalu peduli dengan apa yang saya ceritakan.
Sempat saya dan suami ngobrol dengan staff Lion Air yang menunggu di garbarata, namun mereka hanya menyarankan untuk menghubungi otoritas bandara dan duty manager Lion Air.
Selang 10 menit, si ibu dan anak beserta nenek keluar dari pintu pesawat. Terjadilah argumen antara kami (saya dan suami) serta mereka (ibu dan nenek).
Saya merekam percakapan ini sebagian namun dikarenakan saya dikejar dan hendak direbut hp yang saya pegang oleh si istri captain Dimas Rio, maka tidak semua percakapan bisa didokumentasikan.
Sekitar 4 staff Lion Air mencegah istri captain ini yang kelihatan beringasan mau merebut hp yang saya pegang, apa lagi saya sedang dalam kondisi hamil, sehingga mudah sekali bagi si ibu ini untuk menyudutkan saya di pojokan garbarata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/lion-air_20170525_112931.jpg)