Mahasiswa IPB Ciptakan Detergen Ramah Lingkungan, Bahannya Lidah Buaya Dicampur Minyak Jarak
Ricigent dibuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Penggunaan deterjen dalam jumlah banyak bisa merusak lingkungan dan mencemari air.
Penggunaan deterjen yang semakin meningkat akan berdampak pada jumlah limbah yang dihasilkan.
Air limbah deterjen termasuk polutan atau zat yang mencemari lingkungan.
Ada kandungan ABS (alkyl benzene sulphonate) yang merupakan deterjen tergolong keras yang sukar dirusak oleh mikroorganisme (nonbiodegradable) sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan .
Melihat potensi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah cair rumah tangga deterjen, Refika Aulia Paradita mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama rekan tim PKMPE (Program Kreatifitas Mahasiswa, Penelitian) yaitu Priscilia Dana Mentari, Rangga Apriliyanto, Prakasa Yuda Pratama dan Zuru Finatul Kusna berhasil menciptakan deterjen ramah lingkungan dengan memanfaatkan saponin dan minyak jarak.
Langkah tesebut mereka tuangkan dalam program PKMP dengan judul "Ricigent (Ricinus Communis Detergent), Deterjen Ramah Lingkungan Menggunakan Substitusi Minyak Jarak Sebagai Antibakteri"
Ricigent dibuat dari bahan-bahan yang tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.
Deterjen ramah lingkungan ini memaanfatkan lidah buaya dan minyak jarak sebagai zat antibakteri.
Dalam lidah buaya terdapat komponen aktif yaitu saponin yang mempunyai kemampuan untuk membunuh mikroorganisme.
Saponin berfungsi sebagai pembersih dan memiliki sifat antiseptik.
Saponin memiliki karakteristik berupa buih, sehingga ketika direaksikan dengan air dan dikocok, maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama.
Kadar saponin dalam lidah buaya sekitar 5,651 persen per 100 gram.
"Zat yang ingin diambil yaitu ricin yang berasal dari minyak jarak. Ricin ini berfungsi sebagai antibakteri. Sementara itu, MES (metil etil sulfonat) dari minyak jarak berfungsi menurunkan tegangan antar muka dan saponin penghasil busa dari daging lidah buaya," ungkap Refika selaku Ketua Tim.
Tim ini menggunakan biji jarak yang berasal dari Lampung.
Proses pembuatan deterjen ini diawali dengan pembuatan saponin dari lidah buaya dan dilanjutkan dengan pembuatan deterjen (ricigent).