Syiar Ramadhan di Pondok Pesantren

Ponpes Di Dalam Lapas Ini Hasilkan Napi Tahfiz Qur'an

ditempat ini juga lahir sejumlah tahfiz qur'an hasil didikan di Pesantren AT-Taubah yang lokasinya berada di dalam lingkungan lapas.

Penulis: Damanhuri | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Kegiatan pengajian di Ponpes At-Taubah di Lapasn Pondok Rajeg, Cibinong. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Keberadaan Lapas Kelas II A Cibinong Kabupaten Bogor rupanya bukan hanya untuk membina warga yang tersangkut kasus hukum.

Namun, ditempat ini juga lahir sejumlah tahfiz qur'an hasil didikan di Pesantren AT-Taubah yang  lokasinya berada di dalam lingkungan lapas.

Bahkan, santrinya pun merupakan warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan di lapas kelas II A Cibinong, Kalurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Saat bulan suci Ramadhan ini suasana masjid selalu ramai dipenuhi oleh para Napi yang beragama Islam untuk melaksanakan tadarus Al Qur'an

Lapas Pondok Rajeg sendiri telah berhasil meluluskan sejumlah tahfidz Qur'an dan para penceramah meskipun santri-santrinya merupakan mantan pelaku kriminalitas.

Kalapas Kelas IIA Cibinong, Anak Agung Gede Krisna menjelaskan, saat ini sudah banyak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang memilih berhijrah untuk memperdalam ilmu agama saat berada didalam lapas.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemberian pemahaman agama Islam di pesantren AT-Taubah semakin dipadatkan dengan adanya program gratis pemberangkatan umroh bagi siapa pun yang dapat menghapal Al quran sebanyak 30 juz.

"Saat ini kerjasamanya sedang disusun. Prosedurnya setelah mereka selesai menjalankan masa tahanan seluruh biaya umroh akan digratiskan bagi empat orang WBP," tuturnya.

Kendati demikian, sebelum dinyatakan bebas, WBP akan dites terlebih dahulu hafalannya.

Kegiatan agama di masjid Lapas Pondok Rajeg, Cibinong.
Kegiatan agama di masjid Lapas Pondok Rajeg, Cibinong. (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Menurutnya, program umroh gratis tersebut merupakan ide yang dilakukan Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqoh (Lazis) PT PLN.

"Kami terus sosialisasikan kepada para napi yang muslim, tujuannya untuk meningkatkan motivasi agar lebih semangat lagi ibadah," ujarnya.

Lelaki yang akrab disapa Agung ini melanjutkan, program Tahfidz Quran tersebut akan berjalan hingga satu tahun ke depan yang sudah dimulai sejak saat ini.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIA Cibinong, Muhammad Maulana menambahkan, aktivitas para warga binaan sengaja dilakukan agar mereka dapat kembali ke masyarakat tak hanya mendapatkan bekal keterampilan juga mendapatkan bekal ilmu agama.

"Tadinya banyak yang tidak hapal huruf hijaiyah, tapi setelah mereka terus belajar alhamdulillah sedikit-sedikit bisa. Makanya terus kami bimbing agar setelah bebas nanti warga ninaan ini punya bekal ilmu agama," kata dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved