Warga Kota Bogor Ini Tinggal di Rumah Beralas Tanah dan Berdebu, Anaknya Kerap Mengeluh Batuk
Jika diperhatikan kondisi rumah Rohili kurang ventilasi, bukan hanya itu mirisnya lagi lantai rumah Rohili pun masih berupa tanah.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan tribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Kesabaran Rohili pedagang bensin eceran ini patut dicontoh.
Tinggal di rumah tidak layak huni dengan kondisi lantas tanah berdebu, Rohili tidak pernah mengeluh.
Ia pun menerima keadaanya yang seperti itu meski pun dirinya tetap berusaha untuk menafkahi keluarganya dengan berjualan bensin.
Rumahnya yang berada di RT 3/6 Kampung Situpete, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor yang tidak besar itu terdiri dari dua kamar yang kecil.
Jika diperhatikan kondisi rumah Rohili kurang ventilasi, bukan hanya itu mirisnya lagi lantai rumah Rohili pun masih berupa tanah.
Alhasil ketika ada orang yang masuk ke dalam rumah, debu dari tanah itu pun berterbangan membuat nafas sesak.
Tidak jarang anak rohili yang baru berusia lima tahun sering mengalami batuk.
Namun Rohili tidak menyalahi sepenuhnya batuk anaknya itu akibat kondisi rumahnya.
"Kalau memang keadaannya begini ya mau dibilang apa, kalau usaha sudah pasti tapi kita pasrah aja serahkan semuanya sama Allah, Manusia hanya bisa berusaha, kalau belum waktunya ya mau dibilang apa syukuri aja, sabar,kalau anak saya suka batuk memang karena cuaca mungkin ya, ya mungkin ada juga karena kebul debu tapi ya begitulah" ujar bapak dari enam anak ini.
Rohili dulunya adalah marbot masjid, namun sejak ganti kepengurusan dan karena keinginannya membuka usaha untuk menghidupi keluarganya profesi Rohili menjadi marbot masjid pun digantikan.
Namun ketika marbot masjid ataupun ustadz sedang tidak ada, Rohili pun sering menggantikan untuk menjadi imam ataupun untuk adzan.
Meski tinggal di rumah tidak layak huni dan berjualan bensin eceran, mantan marbot masjid ini selalu mengutamakan pendidikan.
Meski harus berhutang pada sekolah, Ia pun memiliki tekat untuk menyekolahkan anaknya minimal hingga bangku SMA.
"Kalau bisa sampai kuliah, tapi minimal hingga SMA, tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/bensin-eceran_20170815_173556.jpg)