Barbershop di Puncak Ini Pegawainya Orang Arab, Begini Bila Ada Orang Lokal yang Mau Cukur Rambut

Percakapan bahasa Arab di dalam ruangan itu seakan menjadi hal yang lumrah.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tempat pangkas rambut Arab di Puncak 

Setelah proses cukur selesai, terpantau kepala ditiup menggunakan alat mirip hairdryer namun hanya menghembuskan angin biasa sehingga baju pelanggan tampak bersih dari rambut-rambut sisa cukur.

Menurut salah satu warga sekitar, yang tak disebutkan namanya, tempat cukur tersebut di Kecamatan Cisarua sendiri mempunyai delapan cabang.

Dimana tempat cukur tersebut dibangun dikhususkan untuk wisatawan arab dan jarang dikunjungi pelanggan lokal.

"Jarang sih orang lokal mah yang dicukur di sini, kebanyakan orang Arab," ujarnya, Selasa (22/8/2017).

Terkait orang Arab yang berfrofesi tukang cukur di sana, ia juga tidak tahu menahu secara pasti bahwa ada pekerja orang Arab atau tidak.

"Saya gak tahu sih ada pekerja arab atau tidak, ada orang Arab yang nyukur itu juga saya gak tahu," ungkapnya.

Namun untuk warga lokal yang hendak dicukur di sana bakal diberi harga spesial, karena harganya tidak begitu dipatok malahan bisa bayar seikhlasnya saja.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved