Unik, Alat Transportasi Tradisional Ini Masih Diminati Warga Bogor Meski Sudah Ada Jembatan

Adanya atap yang menyerupai atap rumah membuat penumpang eretan semakin nyaman, terlebih turut tersedia tempat duduk memanjang yang terbuat dari kayu

Tayang:
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Yudhi Maulana Aditama

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Warga Kampung Kramat, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor rupanya masih memanfaatkan media penyebrangan yang terbilang tradisional.

Seperti diketahui bahwa, di Kampung keramat sendiri terdapat aliran Sungai Cisadane yang memisahkan Kampung Kramat dengan Kampung Cibalagung, Kelurahan Pasir Kuda, Bogor Barat.

Untuk bisa berpindah dari Kampung Cibalagung menuju Kampung Kramat, warga setempat kerap memanfaatkan sebuah media penyebrangan bernama 'eretan' yang mirip dengan perahu getek.

Hanya dengan mengandalkan lima ban berukuran besar, eretan bisa mengangkut lima sampai enam orang.

Bentuknya pun cukup sederhana yang mayoritas materialnya terbuat dari bambu.

Adanya atap yang menyerupai atap rumah membuat penumpang eretan semakin nyaman, terlebih turut tersedia tempat duduk memanjang yang terbuat dari bahan kayu.

Tampak pula seutas tambang yang dipasang memanjang mulai dari bibir sungai Kampung Kramat hingga Kampung Cibalagung.

Tambang itu sendiri digunakan untuk menjalankan eretan tersebut dengan cara menariknya.

getek
(TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)

Adalah Supandi Rahman (41) yang biasa bertugas untuk menarik eneretan tersebut bila ada warga yang hendak menyebrangi Sungai Cisadane.

Supandi mengatakan bahwa, setiap warga yang hendak menyebrangi sungai dikenakan tarif sebesar Rp 1.000.

"Sangat murah, dan masih banyak yang suka naik eretan untuk menyebrang sungai," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (25/8/2017).

Dia menjelaskan bahwa eretan telah ada sejak puluhan tahun yang lalu.

"Sudah lama banget, kalau saya sendiri kurang lebih sudah 20 tahunan bertugas narik eretan ini," katanya.

Supandi pun tak menyangka rupanya masih banyak yang tertarik menggunakan eretan untuk menyebrang sungai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved