Pelajar Tewas

Kronologi Kematian Korban 'Gladiator', Alami Organ Hati Robek dan Pendarahan di Perut

Polisi pun langsung membuka kembali kasus lama tersebut dan mendapatkan persetujuan untuk melakukan autopsi.

Tayang:
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Istimewa
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Achmad Choerudin saat menjemput BF salah satu pelaku duel ala gladiator yang menewaskan Hilarius, pelajar SMA Budi Mulia. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna menjelaskan kronologis mengenai kematian Siswa SMA Budi Mulya Bogor akibat perkeliahian ala gladiator antar pelajar sekolah hingga menjadi viral di media sosial.

Dikatakannya, kejadian tersebut terjadi pada Jumat, (29/1/2016) lalu.

Ketika itu korban yang bernama Hilarius Christian Event Raharjo berkelahi dengan salah satu SMA Mardiyuana Bogor.

"Pukul 15.00 WIB antara Hilarius berkelahi dengan tersangka dan langsung tak sadarkan diri di Taman Palupuh, Kota Bogor," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (21/9/2017) di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Baca: Heboh ! Beredar Video Siswi SMA Lakukan Gladiator, Diduga Sedang Jalani Kaderisasi

Ulung melanjutkan bahwa temannya kemudian membawa Hilarius ke Rumah Sakit (RS) Azra.

"Pada pukul 16.30 WIB Hilarius dinyatakan dokter sudah meninggal dunia. Pihak RS Azra langsung memberitahu orang tua korban untuk datang ke rumah sakit," jelasnya.

Setelah satu tahun lebih kejadian itu, lanjut Ulung, pada 14 September 2017 penyidik menerima berita viral curhatan orang tua Hilarius di media sosial Facebook soal peristiwa yang menimpa Hilarius.

Tulisan Maria ibu Hilarius itu ditujukan langsung kepada Presiden Jokowi.

Polisi pun langsung membuka kembali kasus lama tersebut dan mendapatkan persetujuan untuk melakukan autopsi.

"Saat diautopsi, jasad Hilarius masih tampak utuh," kata Ulung.

Baca: Polisi Tangkap 4 Pelaku Duel Gladiator, Ini Peran Masing-Masing Tersangka

Dari hasil autopsi Tim Forensik Polda Jabar itu, ditemukan adanya kekerasan benda tumpul di pelipis kiri dan robek pada bagian organ hati.

"Pada organ hati robek 4 sentimeter sehingga terjadi pendarahan di dalam rongga perut," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved