Kiper Persela Lamongan Choirul Huda Meninggal - Beredar Video Saat Kritis di UGD, Ini 6 Faktanya
Sebelum tak sadarkan diri, Choirul Huda sempat sadar dan merintih kesakitan sambil memegangi bagian dadanya.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Baca: Cerita Petugas Kamar Jenazah RSUD Ciawi, Ajak Ngobrol Mayat Tanpa Identitas Agar Bisa Pulang
Sementara meski menang 2-0 atas Semen Padang, kemenangan tersebut seperti tak berarti.
Seluruh pemain Persela Lamongan menangis.
Mereka menangis seolah tahu kondisi buruk rekan setimnya, Choirul Huda, yang tengah kritis di RS Soegiri, Lamongan.
3. Terbentur Leher dan Kepala
Sesuai pernyataan dari pihak Rumah Sakit Dr Soegiri Lamongan, Choirul Huda dipastikan meninggal pada pukul 17.15 WIB, Minggu (15/10/2017) sore.
"Sesampainya di rumah sakit masih ada. Lalu langsung kami berikan perawatan, lalu kritis dan meninggal tepat pukul 17.15 WIB," kata Zaki Mubarok dokter yang menangani Choirul Huda, Minggu (15/10/2017) dikutip dari Surya Malang.
Dari analisa dokter, benturan yang menyebabkan Choirul Huda meninggal berasal dari benturan di kepala dan leher.
Bukan dada sebelah kiri yang disangka banyak pihak.
"Kalau dari pemeriksaan ini tadi ada benturan di kepala dan leher," jelasnya.
Pihak dokter RS Soegiri mengaku telah berusaha untuk menyelamatkan Huda, namun nyawanya tak tertolong.
4. Firasat Pelatih
Sebelum meninggalnya penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, Minggu (15/10/2017) petang, Pelatih Persela mengatakan sang kiper terlihat berbeda dari biasanya.
Choirul Huda dianggap sebagai penjaga gawang legenda Persela Lamongan lantaran seumur hidupnya ia hanya membela satu tim, yakni Persela Lamongan.
Dilansirdari Surya Malang, pelatih Persela Aji Santoso mengaku mendapat firasat sebelum Huda meninggal dunia.