Alami Obesitas, Buaya Kojek Jalani Program Diet
Direktur Utama TSI, Jansen Manansang, mengatakan bahwa Kojek mengalami obesitas dan harus dikembalikan seperti biasanya
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
"Dengan temennya atau bermain-main, berlari-lalri itu akan mengurangkan (obesitas). Kita ada dari tim dokter, keeper dan bagian kontrol makanan bernutrisi, di situ akan dijaga, apakah makanan yang dikurangkan," ujar Jansen kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (13/2/2018).
Selain itu, untuk Kojek menurutnya dihadirkan juga tim riset untuk menakar nutrisi dalam makanannya yang kemudian dicatat sehingga nantinya bisa dihitung.
Jansen juga mengatakan bahwa pihaknya juga mencoba mengembalikan karakter liar dari kojek agar bisa sepenuh hidup di alam walau pun menurutnya hal itu membutuhkan waktu.
"Harus dikembalikan lagi kepada karakter liarnya, karena buaya ini untuk di alam bukan untuk peliharaan di rumah. Memang kesulitan ada karena kita memerlukan waktu kalau dia sudah biasa makan dan tinggal dengan manusia," katanya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang memiliki satwa langka untuk mengembalikannya karena populasi satwa langka harus dijaga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/buaya_20171211_133706.jpg)