Keharmonisan Jelang Imlek 2018, Kelenteng Di Puncak Selama Ini Dijaga 'Pak Haji'

tidak hanya Ayung saja melainkan juga tokoh Muslim sekitar yang bernama H.Afif (72) dan Ayung biasa memanggilnya 'Pak Haji.'

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzi
Penjaga klenteng Kwan Im Hudtjouw Bio di Kampung Cipayung, RT 01/03, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogo 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG -- Kelenteng Kwan Im Hudtjouw Bio di Kampung Cipayung, RT 01/03, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor berdiri pada tahun 1965.

Rumah ibadah tersebut terletak di tengah pemukiman padat penduduk.

Untuk memasukinya harus melewat gang kecil sejauh sekitar 100 meter.

Kelenteng tersebut dijaga oleh pria Tionghoa yang bernama Ayung (63) yang merupakan penjaga kesekian kalinya setelah diganti berulang.

Rupanya penjaga kelenteng tersebut tidak hanya Ayung saja melainkan juga tokoh Muslim sekitar yang bernama H.Afif (72) dan Ayung biasa memanggilnya 'Pak Haji.'

Nuansa toleransi umat beragama yang kental pun terasa ketika TribunnewsBogor.com mengunjungi kelenteng tersebut dan disambut oleh mereka berdua yang memakai pakaian agama masing-masing.

"Pak Haji kerja di sini gak apa-apa karena orang lama dari jaman orang yang membangun Kelenteng ini, tetep Pak Haji dirangkul lah, saya pulang ke Tangerang, Pak Haji jaga, Pak Haji gak ada, ya saya, sama-sama lah," ujar Ayung kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (14/2/2018).

Haji Afif yang merupakan warga sekitar ini pun dipercaya karena tidak lepas dari sejarah berdirinya kelenteng tersebut sejak tahun 1965.

Afif mengatakan bahwa bagian pekerjaan sekitar kelenteng ia yang memegangnya sedangkan tentang peribadatan, Ayung sendiri yang bertugas.

"Saya tiap hari ke sini, kerja bersihin ini di sini, kalau Pak Ayung di dalem rumah ibadah urusannya, saya paling nyapu di kebon," ujar Afif.

Selama kelenteng itu berdiri pun, Afif mengaku tidak pernah terjadi gangguan dari pihak mana pun.

Selain itu, Afif juga mengaku aktif di mesjid yang tidak jauh dari kelenteng sebagai imam, guru mengaji serta ritual ibadah muslim lainnya.

"Selama berdiri (kelenteng) gak ada gangguan, lancar, masing-masing agama aja, saya merangkap juga jadi penjaga mesjid, kata warga sini ke saya, Pak Haji punya mesjidnya dua katanya," ujar Afif sembari tertawa bersama Ayung.

Tidak hanya itu, Afif juga mengatakan bahwa dirinya juga sudah dikenal oleh para jamaah Kong Hu Cu yang kerap datang ke kelenteng tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved