Puncak Longsor

Ini Alasan Kenapa Jalur Puncak Masih Belum Bisa Dinormalkan Kembali

Ia juga menerangkan bahwa tidak hanya kondisi tanah yang masih harus dilakukan penanganan tapi juga kondisi cuaca saat ini yang masih belum medukung.

Ini Alasan Kenapa Jalur Puncak Masih Belum Bisa Dinormalkan Kembali
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto ketika meninjau perbaikan pasca longsor Puncak, Sabtu (17/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Pertanyaan kapan Jalur Puncak bisa kembali normal pasti muncul dari siapa pun yang kerap melintasi Jalan Raya Puncak.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto ketika meninjau perbaikan pasca longsor Puncak, Sabtu (17/2/2018), menerangkan bahwa ia belum bisa memastikan kapan Jalur Puncak kembali dinormalkan.

"Secara teknis itu dari temen-temen PUPERA ya, saya tidak bisa bilang waktunya," ujar Agung ketika ditemui TribunnewsBogor.com, di Gunung Mas, Puncak Bogor, Sabtu (17/2/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan uji di laboratorium terkait kondisi tanah Gunung Mas untuk merumuskan perencanaan penanganan selanjutnya.

Ia juga menerangkan bahwa tidak hanya kondisi tanah yang masih harus dilakukan penanganan tapi juga kondisi cuaca saat ini yang masih belum medukung.

"Sebetulnya dari aspek keselamatan itu yang diutamakan daripada kita sudah buka full beban yang cukup berat sementara curah hujan di wilayah Puncak itu masih tinggi, maka kemudian terjadi kerawanan, terjadi longsor lagi. Jadi kita imbau ya diselesaikan dulu secara permanen oleh temen-temen kementrian PU," katanya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved