Marbot Masjid yang Rekayasa Penyarangan Dirinya Masih Diperiksa, Kini Ia Dapati Hal Tak Disangka

Dengan harapan, setelah kejadian itu, ia mendapat belas kasihan orang dengan memberinya uang untuk dibelikan buntuk mesin potong rumput

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribun Jabar
Uyu Ruhiyana, marbut masjid yang merekayasa penyerangan dirinya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nama Uyu Ruhyana (56) membuat geger banyak orang karena ketahuan merekayasa penyerangan dirinya hingga menjadi viral.

Pria yang bekerja sebagai marbot di Masjid Besar Al Istiqomah, Pameungpeuk, Garut ini ditahan polisi karena laporan palsunya yang telah diserang oleh 5 orang tak dikenal saat subuh, Rabu (28/2/2018).

Bukan tanpa sebab Uyu melakukan hal nekat itu.

Ia melakukan rekayasa itu karena faktor ekonomi.

Mulanya, ia ingin membelikan mesin pemotong rumput untuk anaknya bekerja.

Namun, karena gajinya hanya Rp 125 ribu per bulan membuatnya tak mampu membeli mesin pemotong rumput tersebut.

Baca: Marbot Masjid di Garut Rekayasa Dirinya Diserang Saat Subuh Demi Sang Anak, Ini 5 Faktanya

Setelah memutar otak untuk bisa mendapatkan uang, terbersitlah di pikirannya untuk merekayasa penyerangan itu.

‎"Anak saya bercita-cita punya mesin potong (rumput) untuk kerja. Tapi saya tidak punya uang. Akhirnya pukul 04.00 saya merekayasa kejadian itu seolah-olah ada yang menganiaya padahal itu rekayasa saya sendiri," ujar Uyu dikutip dari Tribun Jabar.

Dengan harapan, setelah kejadian itu, ia mendapat belas kasihan orang dengan memberinya uang kemudian uangnya akan ia belikan buntuk mesin potong rumput itu.

"Terjerat ekonomi untuk kekurangan kebutuhan keluarga. Berharap ada yang pinjami saya uang dan ada yang kasih tapi saya belum ngomong soal itu dan saya belum dapat uang sepeserpun," kata Uyu.

Ia menegaskan ide merekayasa kasus itu berawal dari dirinya sendiri tanpa ada yang menyuruh atau yang membiayai.

Baca: 10 Fakta Menarik Jenazah Sridevi Hingga Pulang Ke Peristirahatan Terakhir, Nomor 3 & 4 Nyesek

"Semuanya ide saya sendiri berasal dari otak kotor saya. Enggak ada pihak-pihak lain. Saya khilaf, saya salah melakukan pelanggaran yang dilarang pemerintah dan agama," ujar Uyu.

kabar penyerangan Uyu pun tersebar di antara warga Garut, dan sampai ke telinga polisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved