Usai Diperiksa Bareskrim Polri, Facebook Indonesia Minta Waktu Untuk Audit

Selain soal data 1 juta pengguna, Facebook juga diklarifikasi soal penanganan terhadap konten-konten negatif yang menyebar

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Facebook Indonesia terkait dugaan kebocoran data 1 juta pengguna.

Usai pemeriksaan, pihaknya masih memberikan waktu kepada Facebook Indonesia untuk melakukan audit pengguna Facebook di Indonesia.

"Saya monitor mereka masih minta waktu karena melakukan audit dan konsolidasi ke dalam. Setelah itu akan kita minta keterangan lagi," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (20/4/2018).

Ia melanjutkan, sejauh ini ia merasa pihak Facebook sudah kooperatif dengan pihak kepolisian.

Pihaknya juga tidak memberikan batas waktu Facebook melakukan audit, sehingga sewaktu-waktu Facebook Indonesia akan kembali dimintai keterangan.

"Penyelidikan itu dak ada batas, dan sejauh ini mereka kooperatif," ungkapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Facebook Indonesia pada Rabu (18/4/2018).

Selain soal data 1 juta pengguna, Facebook juga diklarifikasi soal penanganan terhadap konten-konten negatif yang menyebar di platform media sosial itu.

Selama ini, kata Setyo, Polri kesulitan meminta Facebook menyaring konten seperti itu

"Selama ini Facebook juga kurang bekerja sama. Kalau kami minta untuk kerja sama dengan Facebook, lama," ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri.

Sementara konten tersebut sudah telanjur menyebar luas. Konten yang dimaksud berkaitan dengan gerakan radikal dan ujaran kebencian hingga hoaks.

Salah satu contohnya, ada akun bernama Divisi Humas Polres Surakarta. Akun tersebut bukan berisi konten-konten kegiatan dari Polres Surakarta, melainkan dipakai untuk menyebar konten hoaks dan ujaran kebencian.

"Isinya konten-konten negatif semua. Itu kami minta di-take down saja tiga hari baru turun," kata Setyp.

Sebelumnya dikutip dari Kompas.com, data 1 juta pengguna Indonesia masuk dalam total data 87 juta pengguna Facebook global yang dipegang Cambridge Analytica (CA).

Di Komisi I, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari berdalih bahwa tak ada kebocoran data.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved