Surabaya Diteror Bom

Ajak Anak-anak Untuk Lakukan Aksi Bom, Ternyata Begini Doktrin Dari Orangtuanya, Tak Boleh Sekolah?

Rentetan aksi keji pengeboman di Surabaya beberapa hari terakhir membuat publik gempar.

Ajak Anak-anak Untuk Lakukan Aksi Bom, Ternyata Begini Doktrin Dari Orangtuanya, Tak Boleh Sekolah?
tribunjatim
rumah keluarga terduga pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rentetan aksi keji pengeboman di Surabaya beberapa hari terakhir membuat publik gempar.

Pasalnya, pelaku pengeboman tersebut adalah satu keluarga.

Terhitung ada tiga keluarga yang diketahui terlibat dalam aksi tersebut.

Yakni pada kasus pengeboman di tiga gereja, ledakan bom di Sidoarjo dan yang terakhir bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Surabaya.

Semua pelaku dari kasus tersebut adalah satu keluarga.

Meski begitu, anak-anak yang ikut terlibat dalam kasus tersebut tak bisa lantas disebut sebagai pelaku.

Baca: Langsung Lari dan Gendong Anak Pengebom, Polisi : Kami Takut Tapi Naluri Kami Ingin Selamatkan Dia

Mereka yang masih di bawah umur tentunya tak akan melakukan aksi keji tersebut tanpa doktrin dari orangtua mereka.

Hal tersebut akhirnya dapat menjadi acuan bahwa para anak tersebut hanyalah korban.

Lalu apa sebenarnya yang dilakukan oleh orangtua tersebut sehingga sang anak mau mengikuti aksi keji itu?

Baru-baru ini, Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin membocorkan fakta penting yang menjadi cara orang tua yang merupakan tersangka mendoktrin anaknya.

Baca: Penuh Keajaiban, Tubuhnya Terlempar 3 Meter, Bocah 7 Tahun Anak Pengebom Surabaya Ini Selamat

Halaman
123
Penulis: khairunnisa
Editor: khairunnisa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved