Merokok Batalkan Puasa atau Tidak ? Ini Jawaban dan Penjelasannya

Itu sebabnya tidak sedikit terutama perokok berat, cenderung memilih sebatang rokok dan secangkir kopi daripada sepiring nasi untuk sarapan.

Thinkstockphotos
Ilustrasi Merokok 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Banyak orang yang mengetahui bahwa merokok itu merusak kesehatan.

Hal ini tak jadi pertanyaan lagi bagi masyarakat.

Yang masih kerap dipertanyakan masyarakat hingga kin mungkin adalah hukum merokok saat puasa.

 
Pertanyaan itu kerap diajukan, mengingat merokok hanya mengisap tidak sampai ke perut sebagaimana  yang kerap diingat kalau yang membatalkan puasa adalah sesuatu yang dimakan, dan benar-benar masuk ke perut, seperti makan, minum.

Masdari Msi, seorang ulama di Banjarmasin menjelaskan, merokok itu memang tidak masuk ke perut, sebab rokok yang diisap asapnya dikeluarkan lagi, baik melalui mulut maupun hidung.

Tapi sesungguhnya keliru jika yang membatalkan puasa itu cuma sesuatu yang dimasukkan lewat mulut hingga sampai ke dalam perut saja.

Bukankah dengan muntah yang disengaja juga membatalkan puasa, itu justru mengeluarkan sesuatu dari dalam perut.

Kemudian mencium istri hingga mengeluarkan sperma, dan melakukan hubungan suami istri di siang hari dengan sengaja.

"Mengapa merokok oleh ulama fikih dikatakan membatalkan puasa, karena rokok itu dapat menimbulkan kenikmatan bagi pelakunya (ahli hisab?)," kata Masdari.

Malah secara psikis, konon dapat memberikan kepuasan tersendiri, sehingga dari sini tidak mustahil menimbulkan ada efek kenyang.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved