Surabaya Diteror Bom

'Nak, Mau Ikut Abi dan Umi Gak ke Surga ? Gak Sakit Kok, Tinggal Pencet Tombol Ini'

Tak hanya itu saja. Untuk pertama kalinya, bom bunuh diri itu dilakukan oleh 2 keluarga dan melibatkan wanita serta anak-anak.

'Nak, Mau Ikut Abi dan Umi Gak ke Surga ? Gak Sakit Kok, Tinggal Pencet Tombol Ini'
kolase
keluarga Dita Supriyanto, pelaku bom 3 gereja Surabaya 

Sofyan menjelaskan bahwa anak-anak itu sangat yakin mereka akan masuk surga bersama orang tuanya.

Sofyan Tsauri
Sofyan Tsauri

"Pertama seseorang terpapar biasanya melalui ayahnya. Lewat pergaulan ayahnya, lalu dia mengajar kepada istrinya baru anak-anaknya," jelasnya.

Lalu sang ayah akan mengajak anak-anaknya menonton film jihad sampai mendengar petasan agar sang anak tidak kaget.

Semua itu dulunya dilakukan Sofyan demi mendoktrin anak-anaknya.

Namun ia akhirnya tidak mau melanjutkannya dan menarik semua film jihad setelah merefleksikan perilakunya selama di penjara.

"Kita pertama tidak mau menyinggung itu semua. Video jihad saya singkirkan dulu karena memang anak-anak ini belum pantas untuk mencerna hal-hal seperti itu", ujar Sofyan.

Sofyan lantas memperkenalkan Islam yang damai dengan cara mulai terbuka dan membagikan makanan kepada tetangga-tetangganya.

Ia mengajarkan anaknya tentang indahnya toleransi.

Kini, keluarga mereka sudah bisa kembali menjadi keluarga normal.

Anak-anak Sofyan juga sudah bisa bersosialisasi dan berubah.

Simak videonya di sini:

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved