Waspada! Serangan Jantung Berbahaya Bernama 'Angin Duduk', Begini Penjelasannya

Tak jelas di mana duduknya, istilah "angin duduk" sudah menjadi milik publik. Namun bukan sembarang duduk ....

Tayang:
Editor: khairunnisa
healthtap
Ilustrasi 

Penyumbatan pembuluh koroner terjadi bila lipid (kolesterol dan trigliserida) darah terus meninggi. Tentu ini bukan proses sesaat.

Rata-rata sudah berawal sejak usia muda. Bisa jadi sejak masa kanak-kanak jika anak dibiarkan gembrot.

Bila lemak darah tetap tinggi, setiap tahun sumbatan koroner bertambah 2%. Cuma butuh 25 tahun untuk menyumbat separuhnya.

Koroner yang tersumbat akan mengurangi pasokan oksigen ke otot jantung.

Kekurangan oksigen bikin otot jantung menjerit.

Baca: 10 Fakta Aneh Kerajaan Inggris, Kentang Diukur Sebelum Disajikan Hingga Tali Sepatu Disetrika

Nyeri dada merupakan manifestasi jeritan jantung.

Nyeri dada akibat sumbatan koroner disebut angina pectoris.

Tengah malam mendadak terjaga oleh dada yang terasa sesak, seperti tertindih beban berat.

Mungkin nyerinya menjalar ke bahu, punggung, dan lengan. Durasi nyeri dada tergantung besar sumbatan koronernya.

Semakin besar sumbatan, semakin lama terasa nyeri dadanya.

Oleh karena nyeri dada bagian dari proses semakin progresifnya sumbatan koroner, maka sejak pertama kali mengalami nyeri dada, kita sudah harus waspada.

Nyeri dada angina awalnya hanya beberapa detik saja.

Baca: Terpopuler, Kakak Ipar Ungkap Perlakuan Acid ke Adara Semasa Hidup dan Penyakit yang Disembunyikan

Durasi nyeri dada berikutnya semakin panjang. Itu menunjukkan proses penyumbatan koroner berlanjut terus.

Sederhana saja kebanyakan perjalanan penyakit jantung koroner.

Cuma soal waktu. Begitu sumbatan koroner sudah nyaris total, sekali tendang langsung KO.

Sumber: Intisari
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved