Waspada! Kurang Tidur Bisa Memperpendek Umur

Kurang tidur juga dapat menyebabkan insomnia, di mana orang merasa sulit untuk tertidur dan bangun di malam hari.

Editor: Vivi Febrianti
Thinkstockfoto
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pola hidup sehat tanpa dilengkapi dengan jam tidur yang cukup dan berkualitas ternyata masih membuat kita beresiko menderita banyak penyakit.

Orang dewasa tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam, sementara anak-anak membutuhkan lebih banyak, tergantung usianya.

Bahaya dari kurang tidur sudah sering dijelaskan, antara lain meningkatkan risiko obesitas, demensia, dan bahkan kematian dini.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan insomnia, di mana orang merasa sulit untuk tertidur dan bangun di malam hari.

Pada umumnya pada hari kerja waktu tidur kita sering berkurang.

Nah, saat akhir pekan sebenarnya adalah waktu yang tepat untuk "membayar utang tidur".

Baca: Tak Banyak Diketahui, Begini Tata Cara Mandi Junub Lengkap dengan Niatnya yang Benar

Dikutip dari Express, penelitian terbaru mengungkapkan, tidur dengan jangka waktu pendek selama akhir pekan dikaitkan dapat naiknya risiko kematian dini secara signifikan.

Diterbitkan dalam Journal of Sleep Research, studi di Swedia tersebut menemukan, tidur kurang dari lima jam semalam selama akhir pekan meningkatkan risiko kematian dini lebih dari 50 persen.

Penelitian yang melibatkan hampir 44.000 peserta itu menyimpulkan, tidur singkat saat akhir pekan dikaitkan dengan peningkatan kematian pada subjek yang berusia kurang dari 65 tahun.

“Dalam kelompok usia yang sama, tidur singkat (atau tidur panjang) pada hari kerja dan akhir pekan menunjukkan peningkatan (risiko kematian),” ungkap pemimpin studi, Torbjorn Akerstedt.

Dia melanjutkan, sebagai gantinya, durasi tidur yang panjang di akhir pekan dapat mengimbangi kurang tidur pada hari kerja.

Walau demikian, Torbjorn mengatakan tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan kematian lebih awal.

Baca: Waspada, 3 Kebiasaan Buruk Saat Puasa Ini Bisa Bikin Tulang Keropos dan Rapuh

The Sleep Council, sebuah organisasi yang mempromosikan soal kesehatan tidur mengatakan, menutup mata sangat penting untuk mengisi energi hingga pemulihan.

Jumlah tidur yang dibutuhkan tergantung pada usia, jenis kelamin, kesehatan dan elemen lainnya, dan siklus tidur berubah seiring bertambahnya usia.

Orang berusia lebih dari 65 membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur sehari, sementara usia 18 - 65 tahun membutuhkan tujuh sampai sembilan jam sehari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved