Dijadikan Lambang Kematian, Bendera Kuning Padahal Berasal Dari Dunia Pelayaran

Ada peristiwa meninggalnya seseorang, bendera (kertas) berwarna kuning berukuran kecil dikibarkan di sudut-sudut jalan menuju rumah duka.

Tayang:
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
tribunnews
kediaman rumah duka ayahanda Sule 

Nah, salah satu bendera dalam sistem semboyan itu adalah bendera persegi panjang polos berwarna kuning.

Baca: Ganti Pulpen Saat Tanda Tangani Perjanjian, Ternyata Ini Ketakutan Terbesar Kim Jong Un

Baca: Kapal Tenggelam di Makassar Diduga Kelebihan Muatan, Ternyata Kapal Milik Nelayan

Bendera tersebut merupakan simbol huruf Q. Selain itu, juga menyimbolkan adanya tindakan karantina (dalam bahasa Inggris, quarantine) terhadap kapal tersebut.

Kata karantina sendiri berasal dari kata quarantine dalam bahasa Italia, yang berarti periode 40 hari.

Tentu saja, tindakan karantina tersebut ada maksudnya.

Di zaman pemerintahan kolonial Hindia Belanda dulu, di sekitar tahun 1930-an, terjadi wabah penyakit yang sangat menular dan sangat ditakuti oleh bangsa penjajah. Mungkin penyakit cacar.

Baca: Ucapan Selamat Idul Fitri yang Bisa Jadi Inspirasi, Ada yang Untuk Jomblo Juga !

Baca: TERPOPULER - Teringat Pemilu 1999, Yusril Tak Mau Ikut-Ikutan Manuver Amien Rais yang Ingin Nyapres

Untuk membatasi penyebaran wabah antarpulau dan antamegara, setiap kapal laut, yang datang dan akan berlabuh di pelabuhan mana pun harus menjalani pemeriksaan ketat sebelum merapat, dari tim dinas kesehatan pelabuhan setempat.

Pada waktu itu, kapal laut masih menjadi alat transportasi internasional utama.

Bila ditemukan satu saja seorang penumpang yang terkena cacar maka kapal itu diisolasi.

la dilarang merapat dan tidak boleh didekati oleh siapa pun sampai dianggap tidak berbahaya lagi.

Baca: Ganti Pulpen Saat Tanda Tangani Perjanjian, Ternyata Ini Ketakutan Terbesar Kim Jong Un

Baca: Pulsa Rp 10 Ribu, Dapatkan Kuota Internet 30 GB Di Telkomsel, Begini Caranya!

Istilahnya saat itu adalah bahwa kapal tersebut di karantina.

Oleh karena kapal yang terkena karantina nasibnya dianggap hampir sama dengan kematian, maka lama kelamaan citra   bendera kuning menyatu dengan citra kematian.

Melalui berbagai cara, bendera kuning ini hingga sekarang digunakan untuk menandai adanya anggota masyarakat yang meninggal.

Bendera kuning telah "berpindah"  dari kedukaan di laut ke kedukaan di darat. (Saptono Istiawan SK)

Intisari - Bendera Kuning Awalnya Berkibar di Laut, Kini Berkibar di Darat Sebagai Tanda Kematian
(Intisari / K. Tatik Wardayati)

Sumber: Intisari
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved