Cegah Pemalsuan Obat, Mahasiswa IPB Deteksi Sidik Jari Daun Sidaguri

Hasil keterpisahan terbaik diperoleh pada UV 366 nm menggunakan asam sulfat sebagai pereaksi derivatisasi.

Cegah Pemalsuan Obat, Mahasiswa IPB Deteksi Sidik Jari Daun Sidaguri
Humas IPB
Sefni Reza Yolanda, Mahasiswa Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Daun Sidaguri diketahui memiliki berbagai manfaat dan mengandung berbagai komponen kimia.

Penelitian sebelumnya terkait khasiat daun sidaguri menjelaskan bahwa tanaman sidaguri mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, kalsium oksalat, tanin, asam amino, dan minyak atsiri.

Sidaguri termasuk ke dalam golongan 15 jenis tanaman yang sering digunakan dalam pembuatan obat dan jamu di Indonesia.

Tanaman sidaguri ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya sebagai obat borok, obat cacing, obat bisul, antiradang, analgesik, diuretik, peluruh dahak dan sebagainya.

Banyaknya kandungan kimia yang ada pada sidaguri ini menjadi faktor yang sulit untuk menjamin keamanan dan pengendalian mutu tanaman obat ini.

Kesulitan tersebut memungkinkan berdampak pada pemalsuan obat jika terjadi penurunan pemasokan bahan baku.

Biasanya pemalsuan ini dilakukan dengan menggunakan tanaman obat yang mirip, namun belum tentu memiliki kandungan senyawa kimia yang sama.

Sehingga diperlukan adanya pola sidik jari dengan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk kendali  mutu tanaman obat ini.

Sefni Reza Yolanda, Mahasiswa Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB) telah melakukan penelitian mengenai analisis sidik jari sidaguri.

Eza, sapaan akrab dari Sefni melakukan penelitian dengan menggunakan ekstrak daun sidaguri. Setelah melakukan tahapan ekstraksi kemudian dilakukan analisis dengan KLT.

Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini ada delapan, namun dipilih tiga pelarut terbaik yang menunjukkan spot terbanyak dengan keterpisahan terbaik, yaitu kloroform, etil asetat, dan metanol.

Sedangkan untuk pelarut campuran hasilnya diperoleh bahwa fase gerak optimum dalam memisahkan senyawa sidaguri pada pelat KLT silica gel 60 F354 yaitu campuran kloroform, etil asetat, dan metanol (6.5; 2; 1.5).

Hasil keterpisahan terbaik diperoleh pada UV 366 nm menggunakan asam sulfat sebagai pereaksi derivatisasi.

Selanjutnya dilakukan tahap validasi metode. Secara umum hasil validasi analisis sidik jari KLT yang dilakukan memenuhi kriteria keterterimaan, kecuali pada uji ketegaran. Oleh karena itu, metode KLT ini dapat digunakan untuk kendali mutu simplisia daun sidaguri.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved