Sama Seperti Manusia, Tupai Ternyata Satu-satunya Mamalia Penyuka Cabai
Namun, mengonsumsinya tentu akan menyebabkan rasa pedas yang tidak semua mamalia bisa mengatasinya.
Atau dengan kata lain, makanan pedas tidak akan terasa pedas bagi tupai ini.
• Jambret Berpistol Berkeliaran di Bogor, Incar Korban Wanita Dimalam Hari
Bagaimana Tupai Beradaptasi
Penelitian yang diterbitkan Minggu, 15 Juli di jurnal PLOS Biology ini menjelasakan mutasi genetik pada tupai terjadi sebagai bentuk pertahanan diri tupai.
"Kami berhipotesis mutasi yang memungkinkan tupai menolerir capsaicinoid ini untuk memperluas ragam makanannya demi kelangsungan hidup yang lebih baik," kata Han.
• Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Rumah Mardani Ali Sera, Satu Botol Isi Pertamax Tak Pecah
Sementara itu, Nathaniel Dominiy, profesor di Dartmouth College yang juga mempelajari tupai indochina namun tidak terlibat penelitian, memberikan pandangan lain.
Ia menyebut jika yang terjadi antara tupai dan tanaman Piper boehmeriaefolium merupakan bentuk koevolusi, di mana terjadi proses evolusi dua atau lebih spesies yang mempengaruhi proses evolusi makhluk hidup lainnya.
Ada kemungkinan tupai indochina berevolusi memakan cabai karena mereka bergizi, sementara tanaman mendapatkan manfaat untuk mendistribusikan benih mereka.
"Ini merupakan hal yang menarik dari tupai indochina. Mereka dikenal sebagai fosil hidup karena tidak banyak berevolusi selama jutaan tahun. Bentuk evolusi mereka mungkin untuk membangun hubungan dengan tumbuhan," kata Dominiy.
• Dalam Sepekan, Biaya Pengobatan Putri Denada di Singapura Capi Rp 400 juta
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selain Manusia, Tupai Ini Satu-satunya Mamalia Penyuka Cabai",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/tupai_20180719_130435.jpg)