Pilpres 2019

Fadli Zon Ungkit Pernyataan Jusuf Kalla, Takut Ramalan Indonesia Hancur Jadi Kenyataan

Beberapa kali pertemuan yang dilakukan antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat membahas tentang persoalan bangsa yang dihadapi.

Fadli Zon Ungkit Pernyataan Jusuf Kalla, Takut Ramalan Indonesia Hancur Jadi Kenyataan
Youtube
Fadli Zon 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kritik tajam terus dilancarkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon terhadap pemerintah.

Hal itu Fadli Zon utarakan saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One yang tayang Selasa (31/7/2018).

Dalam acara yang mengangkat tema "Pilpres 2019: Kembali Mega vs SBY?", Fadli Zon menilai koalisi yang dibangun oleh partai pengusung Prabowo sebagai capres cukup baik.

Beberapa kali pertemuan yang dilakukan antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas tentang persoalan bangsa yang dihadapi.

"Pak SBY menjadi seorang negarawan, dan yang kita potret adalah persoalan-persoalan bangsa yg sekarang dihadapi. Yaitu kehidupan ekonomi yg semamkin hancur, dari sisi harga-harga yang meningkat, meskipun nanti ada data-data yang seolah-olah bisa dibuat sedemikian rupa, tapi kenyataannya ekonomi sulit dan hutang meningkat tajam," katanya.

Senang SBY Dukung Prabowo, Ruhut Sitompul : Aku Tak Mau Jokowi Vs Kotak Kosong

"Saya khawatir ini apa yang disampaikan pak Jusuf Kalla ini menjadi kenyataan, karena akan hancur Indonesia bila dipimpin oleh jokowi," tambahnya.

Diketahui kalau pada tahun 2014 jelang Pilpres, beredar sebuah video dimana Jusuf Kalla mengeluarkan statement tersebut dalam wawancara sebuah stasiun televisi.

Saat itu, JK dimintai pendapat bila Indonesia dipimpin seorang Joko Widodo alias Jokowi.

Dia mengatakan, Indonesia akan hancur bila dipimpin Jokowi.

Klarifikasi Soal 100 Juta Orang Miskin, SBY Percaya Data BPS yang Sebut Orang Miskin 26 Juta Orang

"Siapa bilang Jokowi tidak punya pengalaman. Dia kan gubernur DKI, pengalamannya lewat wali kota Solo. Tapi jangan tiba-tiba karena dia terkenal di Jakarta, tiba-tiba dicalonkan presiden, bisa hancur negeri ini, bisa masalah negeri, tapi kalau sukses di DKI, ya silakan," kata JK di video berdurasi 3 menit 38 detik itu.

Halaman
12
Penulis: yudhi Maulana
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved