Dikritik Fahri Hamzah Soal 'Risha' di Lombok, Basuki Hadimuljono Angkat Bicara

Basuki menambahkan telah bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk menyediakan material konstruksi.

Dikritik Fahri Hamzah Soal 'Risha' di Lombok, Basuki Hadimuljono Angkat Bicara
Kompas.com
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat ditemui pada Rabu (16/5/2018) siang di kantor Kementerian PUPR.(KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan rumah instan sederhana sehat ( Risha) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak melibatkan kontraktor dan supplier (pemasok).

Basuki juga menjamin Risha akan dibangun secara swakelola dengan melibatkan masyarakat dan didampingi tim ahli dari Kementerian PUPR.

Kepastian tersebut disampaikan Basuki menanggapi kritikan dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat rapat konsultasi tindak lanjut penanganan gempa bumi NTB di Kompleks Parlemen, Senin (10/9/2018).

"Untuk pembangunan perumahan ini, konsepnya swakelola dengan rekompak. Masyarakat tidak menonton tapi gotong royong untuk mengerjakan rumahnya sendrri, sehingga akan lebih cepat daripada dikerjakan kontraktor. Tidak ada kontraktor untuk pembangunan rumah," terang Basuki.

Untuk diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 juta per kepala keluarga yang rumahnya rusak berat saat gempa bumi mengguncang Lombok dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Hasil verifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 167.961 unit rumah rusak.

Dari jumlah tersebut, 32.970 unit teridentifikasi rusak berat.

Jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring dengan proses identifikasi yang terus dilakukan.

Ratna Sarumpaet Respon Warganet yang Beda Pendapat, Dedek Prayudi : Semoga Lekas Pulih Bu Aktivis

Basuki menambahkan telah bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk menyediakan material konstruksi.

Untuk sementara, material tersebut baru tersedia di lima kecamatan yaitu Pemenang, Tanjung, Kayangan, Bayan dan Gangga.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved