Dikritik Fahri Hamzah Soal 'Risha' di Lombok, Basuki Hadimuljono Angkat Bicara

Basuki menambahkan telah bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk menyediakan material konstruksi.

Dikritik Fahri Hamzah Soal 'Risha' di Lombok, Basuki Hadimuljono Angkat Bicara
Kompas.com
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat ditemui pada Rabu (16/5/2018) siang di kantor Kementerian PUPR.(KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA) 

"Jadi prosesnya (penyaluran anggarannya) dari BNPB ke bank. Dari bank ke masyarakat, masyarakat ke depo. Tidak ada kontraktor," imbuh Basuki.

Proses rehabilitasi rumah rusak ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu enam bulan.

Selain rumah rusak, Kementerian PUPR juga merehabilitasi sejumlah fasilitas sosial, fasilitas umum, dan fasilitas penunjang perekonomian masyarakat.

Sebelumnya, Fahri mengkritik upaya pemerintah membangun Risha bagi masyarakat Lombok.

Menurut dia, ada kesan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Risha ditahan.

Sederet Kisah Pilu Dibalik Kecelakaan Bus di Cikidang Sukabumi, Ini Foto Sebelum Masuk Jurang

"Soal Risha, ada kesan di lapangan bahwa uang masyarakat ditahan di rekening karena ada suplier Risha," kata dia di Kompleks Parlemen.

Menurut Fahri, masyarakat berkeinginan untuk membangun rumah sendiri secara bersama-sama dengan menggunakan puing-puing yang ada.

Namun, ia mengaku, tak sedikit masyarakat yang belum memahami bagaimana mengaplikasikan teknologi rumah tahan gempa di daerah yang rawan gempa seperti NTB.

"Rumah yang rusak kebanyakan rumah yang dibangun dengan beton. Komposisi kapur lebih banyak dari pada semennya," kata Fahri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikritik Fahri, Ini Jawaban Menteri Basuki Soal Risha

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved