Gempa di Donggala
Polisi Tewas Akibat Gempa dan Tsunami Palu saat Akan Lamar Kekasihnya
Ayah korban, I Gusti Kade Sukadana (57), menuturkan sang anak bertugas di Palu sejak 2005 setelah lulus SPN Singaraja.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, terus bertambah.
Versi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 844.
Namun, versi lembaga kemanusiaan ACT, jumlah korban tewas sebanyak 1.203.
Mirisnya lagi, anggota Polri itu disapu tsunami ketika sudah bersiap melamar calon istrinya.
Dalam waktu dekat, korban yang akrab disapa Gus Maiz berniat melangsungkan pernikahan.
Sesuai rencana, pekan ini dijadwalkan upacara lamaran.
Keluarga Gus Maiz akan menemui keluarga kekasihnya di Palu.
Selasa (2/10/2018) besok, Gus Maiz sedianya akan pulang ke Bali.
"Maunya akan ada lamaran. Anak saya akan menikah dengan pacarnya yang ada di Palu," tutur Gus Sukadana lirih saat ditemui di kediamannya, Minggu (30/9/2018).
Menurut Gus Sukadana, dewasa (hari baik) pernikahan sudah ditetapkan keluarganya.
• Petra Mandagi Ditemukan di Kasur Hotel Roa Roa, Jenazah Teridentifikasi Dari Nama Istri di Cincin
• Atlet Paralayang Petra Mandagi Ditemukan Tewas di Hotel Roaroa, Jenazah Terungkap Dari Nama Cincin
Pernikahan secara adat Bali itu dijadwalkan menjelang Hari Raya Galungan pada Desember mendatang.
"Rencananya menikah dekat-dekat dengan perayaan Galungan mendatang," katanya dengan terbata-bata.
Namun takdir berkata lain. Rencana momen bahagia tersebut pupus setelah gempa bermagnitudo 7,4 SR dan diikuti tsunami menerjang Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Jumat (28/9/2018) sore.
Gus Maiz turut menjadi korban bencana dahsyat tersebut.
Gus Sukadana tidak dapat menahan pilu hatinya dengan kejadian itu.